Perbaharui Semangat Gotong-Royong

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan dalam upacara hari kebangkitan nasional di halaman Setda Karanganyar, senin (20/05)

 

 

KARANGANYAR, 20 Mei 2019

 

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111 mengingatkan kembali akan semangat gotong royong yang telah dicetuskan para pedahulu negeri. Dengan mengambil tema bangkit untuk bersatu, maka akan terus digelorakan lagi semangat untuk terus bergotong royong.

“Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Yang  telah mampu terus menghidupi semangat  persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada  dalam dwilingga salin suara berikut ini yakni gotong- royong,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada upacara hari kebangkitan bangsa yang digelar di halaman Setda Karanganyar, Senin, (20/4)

Peserta upacara terdiri dari ASN di lingkungan setda, kodim 0727, Polres Karanganyar, Satpol PP, Darmawanita, Bayagkari, dan para pelajar. Dalam sambutan tersebut, Juliyatmono mengatakan tahapan pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. Kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara. Bahkan berupa pengorbanan nyawa. Sungguh mulia perjuangan mereka untuk  menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini. “Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika  kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang- undang, “ tambahnya.

Lebih jauh, telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa,  suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, negara mampu membuktikan persatuan sampai detik ini tidak tergoyah. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi masyarakat semua pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia. (hr/ina/tgr)