Jelang Hari Raya, Dinkes Sidak Makanan di Pasar Karangpandan

Sekretaris DInas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Fatkul Munir sedang melakukan pengecekan terhadap barang-barang yang sudah kadaluwarsa

 

 

KARANGANYAR , 16 Mei 2018

 

Memasuki hari raya lebaran 1440 H, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar melakukan sindak makanan dan minuman di Pasar Karangpandan, Kecamatan Karangpandan. Dari sidak tersebut diketahui, beberapa bumbu cepat saji sudah kadaluarsa dan makanan mengandung zat berbahaya seperti formalin dan rodamin B ditemukan. Makanan dan minuman yang sudah kadaluwarsa untuk tidak dijual kepada konsumen.

“Dari sidak ini, jika ada barang yang kadaluwarsa, kondisinya rusak, tidak layak diminta para pedagang untuk memusnahkan dan tidak dijual. Hal ini dilakukan agar konsumen dalam membeli mendapatkan barang yang terbaik,” papar Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar, Fatkul Munir saat sidak, (16/05)

Pencegahaan paling efektif adalah pembeli, menurut Fatkul Munir. Dia meminta masyarakat yang membeli untuk mengecek barang yang hendak di beli. Dilihat kemasanya, terus dilihat tanggal kadaluwarsanya. Menurutnya, para pembeli jangan tergiur dengan harga murah saja. Namun harus dilihat kemasan dan kondisi barang yang akan dibeli. “Sementara pedagang kalau beli harus jelas barangnya, karena itu mau dijual kepada masyarakat. Jadi harus ngerti, barangnya layak nggak, harus jelas darimana. Jangan menjual barang dari segi murahnya saja, tapi juga dilihat segi kelayakan barang kurang,” imbuhnya.

Dari sidak tersebut, tim Dinkes menemukan bumbu cepat saji dan ikan makarel kemasan kaleng yang sudah kadaluarsa. Selain itu, tim juga melakukan cek kandungan bahan makanan pada mi basah, kerupuk cumi, bakso, cendol teri dan lain-lain. Ada 8 sample yang mengandung formalin dan Rodamin B.

Sementara penjual kelontong di Pasar Jongke, Suradi mengatakan, ada empat bungkus bumbu saset yang sudah kadaluarsa, expired. Pihaknya mengaku lupa dan tidak melakukan pengecekan pada setiap barang. Biasanya, jika ada pembeli yang menemukan kadaluwarsa, mereka meminta ganti dengan sendirinya.  “Kami akan lebih berhati-hati lagi dalam menjual barang dagangannya. Biasanya kami disetori oleh para agen. Jika memang ada barang yang tidak layak, akan diganti beberapa hari kemudian,” tandasnya. (hr/tgr)