Generasi Muda yang Berbudaya dengan Aksara

JUARA 1 Rubrik Karanganyar Menulis 2019 Periode 5

Generasi Muda yang Berbudaya dengan Aksara
Oleh: Nareswati Kintoko
(Mayari Foundation)

 

Murdijarso (kiri), Ketua Panitia Kegiatan Pameran Budaya, Edukasi Aksara dan Diskusi Film bersama dengan Krismantoro (kanan) saat pelaksanaan sesi edukasi aksara Jawa dihadapan siswa siswi SDN Kemuning V, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Karanganyar, 27 Maret 2019
Mayari Foundation mendukung kegiatan dari Komunitas Gerakan Berkualitas yang juga berkerjasama dengan Paguyuban Dharma Budaya Lestari untuk mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan kepada budaya dan tradisi Jawa. Mengusung tema “ Eksistensi Tradisi Jawa di Tengah Dunia Modern”, kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00- 22.00 bertempat di Gedung Serba Guna Mandir pada tanggal 27 Maret 2019. Bertepatan dengan hari rabu legi yang dipilih oleh panitia, menurut pasaran jawa memiliki makna ‘aras kembang, sumur sinaba’, diharapkan acara ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat secara umum dan menjadi salah satu metode pembelajaran berkelanjutan yang dapat melestarikan nilai- nilai luhur budaya jawa terutama bagi generasi muda.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh panitia terbagi ke dalam 5 sesi kegiatan yaitu, screening dan diskusi film ‘where do we go’, pameran wayang dan foto prasasti, pojok pawukon, edukasi aksara jawa baru dan pertunjukan tari tradisi. Dengan mengambil lokasi di dalam gedung serbaguna Mandir, pengunjung yang hadir disuguhi dengan pameran foto- foto prasasti dan situs kuno dari Doni Wicaksono, Kediri yang dipajang di depan pintu masuk. Menginjakkan kaki ke dalam gedung, jajaran wayang diletakkan sedemikian rupa agar dapat memberikan kesan etnik sesuai dengan tema yang dipilih oleh panitia. Setiap sesi kegiatan memiliki segmentasi yang berbeda- beda, hal ini dimaksudkan agar hasil dari setiap kegiatan dapat lebih fokus dan tepat sasaran. Persiapan kegiatan dan kulonuwun dengan warga sekitar telah dilakukan oleh pihak panitia melalui edukasi aksara dan sarasehan bersama yang dihadiri oleh anggota dari Pametri Budaya pada hari selasa, 26 Maret 2019.

Secara khusus, panitia mengundang siswa- siswi SDN Kemuning V, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar untuk mengikuti kegiatan edukasi dan pengenalan aksara jawa. Anak- anak terlihat antusias dan aktif dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran. Di sela- sela kegiatan tersebut, juga disuguhkan Tari Merak dan Tari Golek Tirtakencana ada pula pembelajaran nembang macapat yang diberikan oleh I Wayan Puja Astawa. Selain untuk mengenalkan tari tradisi dan tembang jawa kepada anak- anak, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjaga agak anak- anak tetap dapat berkonsentrasi selama proses pengajaran. Sepanjang hari panitia juga menyediakan pojok pawukon, dimana banyak dikunjungi oleh pendamping siswa maupun pengisi acara dan pengunjung yang hadir saat itu. Banyak pengunjung yang tertarik untuk melihat bagaimana peruntungannya dan mengenal horoskop jawa ini, atau sekedar menanyakan kesesuaian tanggal lahir dengan weton dan wuku-nya. Sebagai penutup acara, diadakan acara screening dan diskusi film dokumenter ‘where do we go’ yang diproduksi oleh Cinemarebel, Yogyakarta. Sesi ini dikhususkan bagi para anggota karangtaruna RW 14.

Telah terselenggaranya rangkaian kegiatan kolaborasi pertama antara Mayari Foundation, Komunitas Gerakan Berkualitas dan Paguyuban Dharma Budaya Lestari menjadi awal bagi kegiatan- kegiatan serupa di Desa Kemuning. Apresiasi dan tanggapan positif dari warga membuat panitia berencana untuk dapat terus mengembangkan kegiatan ini dalam kemasan yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Mengingat bahwa pentingnya nilai- nilai ajaran leluhur dalam membentuk karakter sebuah bangsa, kita harus terus berupaya untuk melestarikan tradisi, baik lisan maupun aksara. Mengutip dari apa yang pernah ditulis dalam Serat Pustaka Raja Purwa 10, “ ora ana barang tumiba yen ora ginayuh, ora ana barang teka yen ora sinedya, ora ana sedya kelakon yen ora linakonan. Lire mangkene, tibane wahyu iku saka ginayuh, panggayuhing wahyu iku saka sinedya, dadining paras iku saka pinuja, pujaning becik linakonan, dadi bisa kanyatan” (tidak ada sesuatu yang akan jatuh (didapat) apabila tidak diraih, tidak ada sesuatu yang akan datang jika tidak direncanakan, tidak ada rencana yang akan berhasil apabila tidak dilakukan), Mayari Foundation berusaha untuk ikut andil secara aktif dalam upaya untuk melestarikan nilai- nilai budaya Jawa. Kegiatan- kegiatan dari Mayari foundation selebihnya dapat dilihat pada halaman facebook @Mayari Foundation dan Instagram @mayari.foundation.

Foto Bersama panitia, pengisi acara dan siswa- siswi SDN Kemuning V, Ngargoyoso, Karanganyar