Tradisi Dhukutan di Kabupaten Karanganyar

Seni Penthul yang dimainkan oleh anak-anak Desa Nglurah

Karanganyar, 28 April 2019

Desa Nglurah yang terletak di Kecamatan Tawangamangu sedang memiliki hajat. Hajat tersebut bernama Dhukutan. Kegiatan tradisi Dhukutan ini akan berlangsung selama 3 hari, dimulai hari Minggu, 28 April sampai dengan puncaknya pada hari Selasa, 30 April 2019.

Tradisi Dhukutan merupakan tradisi turun termurun yang sudah ada sejak jaman para leluhur. Dimana tradisi ini dilangsungkan setiap 7 bulan sekali. Sugeng, selaku koordinator kegiatan ini menuturkan bahwa tujuan diadakan tradisi Dhukutan adalah untuk mengajarkan tentang rasa syukur dan berbagi kepada sesama.

Pada pembukaannya ini, diadakan Grebeg Dhukut yang juga merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan Kampung Wisata Sewu Kembang. Yang memang Desa Nglurah juga terkenal akan Agrowisata Tanaman Hiasnya yang sangat menarik.

Agenda pertama adalah diadakannya pergelaran seni anak yang dinamakan Seni Pentul. Ini merupakan tarian anak-anak yang menggambarkan bahwa anak kecil sangat gemar bermain atau dolanan. Sudah jelas bahwa pengisi pergelaran seni ini adalah anak-anak Desa Nglurah itu sendiri yang gemar bermain.

Selain itu, pembukaan tradisi Dhukutan dilanjutkan dengan pergelaran seni reog. Reog sendiri memililki filosofi yang artinya bahwa berwibawanya pemimpin akan tetap kalah dengan kecantikan. Hal ini dicerminkan oleh lambang topeng harimau yang di duduki oleh merah diatasnya.

Camat Tawangmangu juga berharap bahwa kegiatan tradisi semacam ini harus dilestarikan. Karena kegiatan ini memiliki banyak sekali makna tersirat di dalamnya.

Camat Tawangmangu memberikan pengarahan serta membuka rangkaian acara Dhukutan yang dimulaiu pada 28 April 2019

Demikian Diskominfo. (tgr/adt)