Mulai Juni 2019 PUDAM Tirta Lawu Karanganyar Naikkan Tarif Dasar Air

 

Karanganyar – 26 April 2019

Sesuai aturan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 71 Tahun 2016, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu Karanganyar akan menaikan tarif dasar air.

Aturan itu mulai berlaku pada Juni 2019.

Aturan kenaikan tarif dasar air itu diungkapkan Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, Prihanto saat Jumpa Pers bersama wartawan di salah satu rumah makan yang ada di Karanganyar pada Jumat (26/4/2019).

Prihanto mengatakan, mulai Juni 2019, pihaknya akan menaikkan tarif dasar air.

Tarif dasar air rumah tangga satu (R1) yang awalnya sebesar Rp 1.300 per meter kubik, naik sebesar Rp 200 menjadi Rp 1.500 per meter kubik.

“R1 naik Rp 200, R2 naik Rp 300 dan R3 naik Rp 450 per meter kubik,” katanya saat jumpa pers.

Ia menjelaskan, dalam rentan waktu 10 tahun, PUDAM belum menaikkan tarif dasar air terhitung mulai dari 2009 sampai 2019.

“Kalau masih menggunakan tarif lama maka tidak bisa mencukupi, apalagi saat ini PUDAM berencana mengambil sumber mata air di lereng Gunung Lawu.

Harapannya semua sumur yang ada nantinya bisa tergantikan mata air dari Lereng Lawu,” terangnya.

“Kenaikan ini berlaku selama 5 tahun. Nanti akan kami evaluasi “ .

Apakah menaikkan tarif lagi atau tidak, tergantung Kabupaten Karanganyar.

Kenaikan (tarif dasar air) paling rendah se- Jawa Tengah adalah Kabupaten Karanganyar.

Kenaikan paling rendah hanya Rp 200, lainnya bisa naik Rp 1.000 ke atas,” lanjutnya.

Berdasarkan analisis keterjangkauan yang disyaratkan dalam Permendagri No 71 Tahun 2016, pemakaian kebutuhan pokok air minum kepada masyarakat berpehasilan rendah tidak boleh lebih dari empat persen dari UMK.

“Maka dengan UMK Kabupaten Karanganyar Tahun 2019 sebesar Rp 1,83 juta, maka empat persennya adalah Rp 73.320. Sedangkan dengan penyesuaian tarif pelanggan rumah tanggga satu (R1) dengan pemakaian 10 meter kubik hanya membayar Rp 22,500 atau 1,23 persen, sehingga itu masih sangat terjangkau,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pemasangan, bagi pelanggan baru masih diberlakukan tarif lama (promo) yaitu sebesar Rp 1.050.000, sedangkan yang tidak menggunakan promo sebesar Rp 1.550.000.

Prihanto mengungkapkan, sampai saat ini PUDAM Tirta Lawu Karanganyar memiliki 13 sumber air. “Di Kecamatan Ngargoyoso ada 5, Kecamatan Matesih ada 2, Kecamatan Jenawi ada 2, Kecamatan Jumapolo ada 1, dan Kecamatan Jatipuro dan Jatiyoso ada 3,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, bekerja sama dengan Perhutani, pihaknya berencana akan membuka sumber air baru di daerah Tawangmangu.

“Perjanjian kerja sama dengan Perhutani, ada 8 sumber air di Tawangmangu.

Sampai saat ini belum bisa diambil karena perjanjian kerja sama masih Jumat depan,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya penyesuaian tarif ini, PUDAM Tirta LAwu Karanganyar dapat meningkatkan pelayanan dan cakupan pelayanan dengan melaksanakan investasi pengembangan.

“Sehingga pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih baik khususnya pada kualitas, kuantitas,kontinuitas, dan keterjangkauan,” tandasnya.(Ard/Adt)