Penyerahan Bansos Kepada Bencana Alam Kabupaten Karanganyar

KARANGANYAR – Besaran tali asih korban bencana alam yang diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar dihitung dari kerusakan hunian. Namun, tidak mencakup bantuan korban luka dan kerusakan sarana transportasi.

“Ini jenis bantuan sosial dan keuangan. Kategorinya rumah rusak berat, sedang dan ringan. Bencana alam yang dimaksud adalah longsor, banjir, puting beliung dan kebakaran. Kami tidak memiliki aturan untuk memberi tali asih bagi pemilik kendaraan bermotor yang rusak karena bencana alam. Pertimbangannya, kendaraan itu sudah diasuransi. Begitu pula korban luka yang dikaver dari sumber lain,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Bambang Djatmiko kepada wartawan usai penyerahan tali asih secara simbolis di rumah dinas bupati, Rabu (10/4).

Ia tak menyanggah terdapat sejumlah kendaraan bermotor rusak akibat tertimpa pohon tumbang di jalan raya, selama musim penghujan kali ini. Pada November 2018 lalu, korban luka akibat longsor di Ngargoyoso mendapat santunan dari Baznas dan bupati Juliyatmono. Penerima dikategori korban luka sedang.

“BPBD tidak memberikan tali asih korban luka. Namun mengusulkan santunannya dibayar Baznas. Untuk korban di Ngargoyoso kemarin, bupati juga memberikan santunan untuk biaya berobat,” katanya.

Sementara itu dalam pemberian bantuan sosial dan keuangan, BPBD menyalurkan dana Rp 414.500.000 ke 178 keluarga dari 70 desa di 16 kecamatan. Santunan Rp 5 juta diberikan ke korban bencana alam dengan kategori rumah rusak berat. Jumlahnya 35 keluarga. Sedangkan pemilik rumah rusak sedang sebanyak 32 keluarga, masing-masing diberi Rp 3 juta. Adapun pemilik rumah rusak ringan sebanyak 11 keluarga, diberi masing-masing Rp 1 juta-Rp 1,5 juta. Mereka terdata mengalami musibah dalam kurun waktu November 2018-Maret 2019.

“Pemberiannya bertujuan mengurangi beban, menambah semangat, dan bentuk perhatian pemerintah. Jika anggarannya untuk program ini di APBD I kurang, maka bisa diajukan kembali di APBD II,” katanya.

Sementara itu penerima bantuan kategori rumah rusak sedang asal Giribangun Rt 02/Rw VI Matesih, Sri Mulyono mengatakan longsor mengakibatkan pagar rumahnya ambruk pada Maret.

“Uangnya untuk membenahi bagian teras,” katanya.

Demikian Diskominfo (ina/ana)