Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS Dalam Pemilu Tahun 2019

Diskominfo
Bupati Juliyatmono Melakukan Simulasi di TPS 4 Kecamatan Karanganyar.

Karanganyar, Selasa 26 Maret 2019

Proses pencoblosan surat suara pada simulasi pilpres dan pileg di TPS 4 Kampung Cerbonan, Kelurahan/Kecamatan Karanganyar Kota, Selasa (26/3).
Di meja pendaftaran, KPPS menyerahkan lima surat suara. Surat suara warna kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD RI, biru untuk DPRD provinsi, hijau untuk DPRD kabupaten/kota, dan warna abu-abu untuk presiden dan wakil presiden. Lembar berukuran 51X82 cm itu dibuka kemudian dicoblos sesuai pilihannya. Beberapa diantaranya terlihat kesulitan membuka kertas itu. Bahkan, pembentangannya melampaui bilik suara.
Bupati Karanganyar Juliyatmono, Ia menyimulasikan pindah memilih ke TPS 04. Ia sendiri tercatat di TPS Desa Pokoh, Tasikmadu. Juliyatmono mengatakan, problem akibat surat suara berukuran jumbo dapat diatasi apabila pemilih bersikap tenang dan sabar. Ia menyarankan pemilih membuka surat suara secara hati-hati. Kemudian melihat dulu isinya. Setelah yakin gambar atau nomor terlihat jelas dan utuh, barulah dicoblos.
“Butuh waktu lima menit bagi pemilih cerdas yang mengikuti alur, untuk menyelesaikan pencoblosan,” katanya.
KPU mengundang 50 pemilih dari 300 pemilih yang terdaftar di DPT asal TPS 4. Namun, hanya separuh undangan yang datang. Jalannya simulasi juga diawasi panitia pengawas pemilu dan saksi. Penghitungan suara juga dilakukan sampai penandatangan berita acara.
Menurut Plh Ketua KPU Karanganyar, M Maksum mengatakan sebagian besar undangan memilih bekerja dan sekolah.
“Di simulasi ini, partisipasi enggak maksimal. Karena memang di weekday. Semoga 17 April nanti bisa hadir semuanya. Kita memberi pemahaman penggunaan surat suara. Template hanya di surat suara pilpres dan DPD. Pendamping pemilih wajib mengurus formulir C3,” katanya.

Demikian Diskominfo (ina/an)