Penarikan Mahasiswa KKN-DIK UMS Di Kabupaten Karanganyar

Karanganyar – 1 Maret 2019

Sebanyak 204 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) baru saja selesai melaksanakan kegiatan KKN-DIK di Kabupaten Karanganyar. Penarikan mahasiswa KKN-DIK dilaksanakan pada hari Jumat (1/3) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dan dilakukan langsung oleh Bupati Juliyatmono. Seperti yang diketahui bahwa 204 mahasiswa tersebut disebar ke dua kecamatan di Karanganyar, yaitu Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Kerjo. Dua perwakilan mahasiswa dari masing – masing kecamatan bertanggungjawab untuk memberikan laporan langsung kepada bupati.

Dari Kecamatan Karanganyar, laporan dipresentasikan oleh Mohammad Afriansyah. Dia menekankan bahwa kegiatan – kegiatan KKN merujuk pada 7 bidang. Bidang – bidang tersebut adalah yang pertama bidang pendidikan yang sesuai dengan dasar pendidikan mereka. Yang kedua, bidang kesehatan dengan membantu posyandu dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kesehatan. Yang ketiga, bidang dakwah dengan mengajar TPA dan mengadakan pengajian. Yang keempat, bidang sosial dan kebudayaan dengan menginisiasi kegiatan – kegiatan baru yang belum pernah ada di lingkungan masyarakat. Yang kelima adalah bidamg pariwisata dengan mengembangkan potensi wisata di tempat KKN. Yang keenam adalah bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dan yang terakhie adalah bidang keamanan.

Selanjutnya dari Kecamatan Kerjo diwakilkan oleh Dhora Ayu Martadiningsih. Dhora mengatakan bahwa mereka tidak hanya terpaku dengan kegiatan di bidang pendidikan saja, namun juga terjun langsung ke masyarakat dan membuat inovasi – inovasi baru yang cukup menarik.

“Di sini selain di dunia pendidikan, kami juga berinteraksi langsung kepada masyarakat dengan membuat inovasi – inovasi terbaru yang belum ada di Kecamatan Kerjo. Diantaranya kami menciptakan krupuk “biduan” (biji durian), manisan kulit ari durian, nugget biji durian, dan abon kulit durian”, paparnya.

Alasan mereka membuat inovasi olahan dari limbah durian karena mereka berhasil melihat potensi limbah durian di Kecamatan Kerjo dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah tersebut. Tujuan dibuatnya inovasi olahan tersebut adalah diharapkan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat Kecamatan Kerjo, khususnya di Desa Gempolan karena akan segera dibuka Waduk Gondang. Olahan – olahan dari limbah durian tersebut bisa dijadikan oleh – oleh khas masyarakat Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo. Namun, sayangnya krupuk biduan dibuat dengan cara manual sehingga masih memiliki tekstur yang keras. Hal ini mendorong Dhora dan teman – teman untuk meminta dukungan dari bupati mengenai programnya dan masyarakat Kecamatan Kerjo untuk mengembangkan inovasi dari limbah durian yang dibuat oleh mahasiswa KKN-DIK UMS.

Prof. Dr. Harun Djoko Prayitno., M.H yang mewakili Rektor UMS yang tidak bisa hadir mengatakan bahwa seluruh mahasiswa KKN-DIK yang berada di Kabupaten Karanganyar dapat belajar banyak pengalaman, salah satunya dengan membuat krupuk “biduan”. Beliau yang juga selaku Dekan FKIP menyampaikan banyak terimakasih dan berharap kegiatan KKN-DIK yang telah dilakukan menjadi kegiatan yang bermanfaat, yang dapat mendewasakan, dan membentuk kepribadian mahasiswa agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Bupati Juliyatmono mewakili pemerintah juga menyampaikan terimakasih kepada Dekan FKIP dan UMS karena telah diberi kepercayaan sebagai tempat KKN-DIK 2019.

“Terimakasih atas kepercayaannya dan semoga bisa menjadi motivasi untuk masyarakat Kerjo dan Karanganyar. Satu – satunya KKN yang paling bagus dan yang paling hebat dari perguruan tinggi mana pun, baru kali ini dari UMS”, ujarnya.

Beliau juga memuji ide dan karya yang dibuat oleh mahasiswa KKN-DIK UMS. Bupati berjanji akan menindaklanjuti inovasi yang dibuat mahasiswa tersebut dan akan mengapresiasi keinginan mahasiswa, khususnya di Kecamatan Kerjo dengan memberikan alat untuk membuat krupuk dari limbah durian.

 

Diskominfo (in/an/sr)