Desa Karanglo, Tawangmangu, Karanganyar Lounching Desa Bawaslu

Bupati Karanganyar memberikan sambutan dalam lounching Desa Bawaslu di Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar

 

KARANGANYAR – 04 Februari 2019

Komitmen masyarakat Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar untuk menyelenggarakan demokrasi yang bersih dan bermartabat bukan hanya Impian belaka. Senin (04/02), Bawaslu Kabupaten Karanganyar menjadikan desa di lereng Gunung Lawu tersebut sebagai pilot project desa Bawaslu di bumi intanpari. Desa tersebut dinilai dengan partisipasi memilih mencapai 80 persen dalam pemilu.

“Ini satu-satunya desa di Jawa Tengah untuk dijadikan pilot project penyelenggaran pemilu yang bersih dan bermartabat. Arftinya desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu ini mempunyai kesadaran berdemokrasi cukup baik,” papar Fajar S.A.K Arief saat memberikan sambutan di Lounching Desa Bawaslu, di Aula Balai Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Dia menambahkan ini tentu menjadi modal yang luar biasa untuk menjadi pemilu yang demokratis dan bermartabat. Pihaknya melihat semangat masyarakat untuk ikut membuat pemilihan menjadi baik dan menolak praktek-praktek pemilu menyimpang. Sebab prilaku menyimpang akan merusak kualitas dari pemilu itu sendiri. “Saya berharap tumbuh di desa-desa lain agar terwujud pemilu yang jujur, adil dan demokratis,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, masyarakat juga membawa papan-papan seruan anti pemilu menyimpang. Seperti penyebaran hoax, stop politik uang, stop politik sara, stop ujaran kebencian, tolak radikalisme dalan lain sebagainya. Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Karanganyar, Nuning Ridwanita mengatakan pencanangkan desa bawaslu ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mensukseskan pemilu yang demokratis dan bermartabat. Masyarakat mengantarkan suksesnya pemilu dengan datang ke TPS pada hari pencoblosan dan tidak ada praktek-praktek menyimpang.

Sementara, Bupati Karanganyar, Drs Juliyatmono merasa bangga dan mengucapkan terima kasih karena Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu dijadikan desa Bawaslu. Pihaknya menantang dalam penyelenggaran pilkades 20 Februari mendatang agar dilaksanakan pemilu yang jujur, bersih dan baik. Juliyatmono meminta dalam pilkades nanti tidak usah memakai uang atau politik uang. “Apa artinya uang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu membuat masyarakat menjadi tidak rukun satu sama lain. Saya minta dalam pilkades nanti hindari politik uang,” ungkap orang nomor satu di Karanganyar ini.

Dia meminta jika nanti dalam penyelenggaran benar-benar bersih atau tanpa politik uang, Pemkab akan memberikan pembangunan yang baik untuk desa Karanglo. Tidak usah menerima uang dari calon kepala desa, dan jika ini berhasil pihaknya akan memberikan suport dana untuk pembangunan di Desa Karanglo. “Lounching desa Bawaslu bukan hanya upacara saja tapi saya ingin benar-benar melihat demokrasi yang bersih dan bermartabat di desa inim,” imbuhnya, (hr/adt)