Bupati Karanganyar Hadiri Perayaan Natal Bersama Kecamatan Jumantono, Jumapolo dan Tasikmadu

Bupati Karanganyar menyalakan lilin perdamaian dalam perayaan natal bersama di aula Kecamatan Jumantono

Karanganyar, 4 Januari 2019

Meriahnya suasana natal masih dirasakan oleh umat Kristiani di Kabupaten Karanganyar. Perayaan Natal dan Tahun Baru digelar di aula Kecamatan Jumantono. Kegiatan ini digelar oleh Paguyuban Gereja Kecamatan Jumantono dan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, dengan bertajuk “Mukjizat Besar Terjadi Saat Datang Menyembah Dia”. Perayaan ini dihadiri oleh ketua DPRD Karanganyar dan Bupati Karanganyar.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru. Beliau juga menyampaikan bahwa sesuai sumpah yang sudah diucapkan saat pelantikan, Bupati Karanganyar berkewajiban menjaga dan melindungi seluruh warga Karanganyar, tanpa kecuali. Sehingga, tidak perlu khawatir dalam beribadah, dan beliau berpesan agar setiap umat menghadirkan Tuhan dalam dalam diri kita. Karena Tuhan memiliki sifat kasih sayang dan kita perlu menjaga kasih sayang dalam kehidupan kita.

“Untuk apa membangun, jika tidak ada damai dan tentram. Nantinya kita akan menuju surga, maka dari itu, ciptakan surga dunia terlebih dahulu. Surga dunia maksudnya adalah, kehidupan yang damai dengan semua umat beragama,” ucap Juliatmono.

Perayaan natal juga tak kalah meriah di Gereja GBI Tasikmadu. Ratusan jemaat memadati gereja sekitar pukul 17.00. Perayaan ini juga merupakan perayaan tahun baru yang dilaksanakan oleh penyelenggara.

Seusai menyalakan lilin perdamaian, Juliyatmono menyampaikan sedikit sambutan bagi jemaat GBI Tasikmadu. Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar menyebutkan bahwa seluruh pejabat di Kabupaten Karanganyar sudah dikoordinasikan untuk menjaga perdamaian seluruh umat beragama. Salah satu contohnya adalah dengan adanya sidak ke 7 gereja di Kabupaten Karanganyar pada malam natal yang diikuti oleh para pejabat.

“Tidak perlu khawatir dalam beribadah, semua sudah saya lindungi. bahkan saya sudah memberikan legalitas terhadap sekitar 130 bangunan gereja. Jadi, semua bisa beribadah dengan tenang dan aman.”

(kris/tgr)