Kartu Karanganyar Sehat Atau Jamkesda Terintegrasi dengan BPJS

Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto memberikan keterangan terkait Kartu Karanganyar Sehat pada saat pamitan sekda Samsi.

 

KARANGANYAR – 31 Desember 2018

Di ujung akhir jabatannya, Sekda Samsi menyatakan masalah yang berat ini adalah masalah kesehatan. Sebab banyak masyarakat yang bertanya terkait Kartu Karanganyar sehat atau jamkesda. Mohon dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk segera menindaklanjuti hal tersebut.

“Saya berharap kedua institusi ini sudah mulai mensosialisasikan bahwa sudah masuk BPJS. kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial harus ada jalan dan langkah yang cepat menyesuaikan. Agar visi misi bupati tetap berjalan dengan baik,” papar Sekda Samsi.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan Kartu Karanganyar Sehat atau Jamkesda sudah diintegrasikan dengan BPJS berbayar oleh pemerintah. Bahkan, setiap individu mendapatkan premi Rp 60 ribu dan lebih besar dari Pemkab Karanganyar. Saat ini, pendataan itu  sedang dikerjakaan oleh oleh Dinsos dan Dinkes.

“Aturannya sudah tidak memperbolehkan lagi dengan Kartu Karanganyar Sehat atau jamkesda.Semua sudah diintegrasikan dengan BPJS,” imbuhnya.

Meski demikian, pemkab Karanganyar tetap mengalokasikan dana Jamkesda di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK). Dana itu diperuntukkan untuk orangmemberikan ‘mlarat-rat’ agar tetap dilayani oleh pemerintah dan dibayar pemerintah. Melalui cukai rokok, pemerintah membantu untuk dana kesehatan masyarakat Rp 60 miliar. “Jauh lebih besar dari PBB yang hanya Rp 23 miliar,” tandasnya.  (hr/Ind)