Peringati Hari Wayang Nasional, Pemkab Karanganyar Gelar Wayangan

Kominfo
Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberika sambutan dalam acara syukuran memperingati Hari Wayang Nasional di Plaza alun-alun Karanganyar, Rabu(26/12)

KARANGANYAR – 26 Desember 2018

Perjuangan masyarakat Karanganyar mengusulkan penetapan hari wayang nasional berbuah manis. Tanggal 11 Desember 2018, Presiden Joko Widodo telah menetapkan bahwa tanggal 7 November  sebagai hari wayang nasional. Penetapan itu membuat bangga dan diwujudkan dengan menggelar syukuran pentas wayang kulit dengan tiga dalang muda yakni Ki Dwijo Kangkow, Ki Pamungkas Prasetyo Baju Aji, Ki Cahyo Kuntadi, Rabu(26/12).

“Ceritanya panjang untuk memperjuangkan hari wayang nasional. Dimulai tahun 2004, wayang diakui oleh dunia” jelas Ki Mantep Sudarsono selaku Dalang yang dituakan.

Sementara Ki Manteb Sudarsono mengatakan Bapak Presiden telah menandatangani Keppres hari wayang nasional tanggal 7 November. Meski baru resmi ditandatangani 11 Desember 2018, para seniman dalang mengucapkan syukur.  Pihaknya yakin wayang kulit tetap akan lestari dan berkembang di Kabupaten Karnaganyar dan seluruh Indonesia. “Senimannya siap pentas, pemerintahnya membantu maka wayang kulit tetap akan lestari. Saya berharap generasi penerus siap mendalang dan event-event wayangan bakal di back up oleh pemerintah , “ pungkas Ki Manteb Sudarsono.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono mewakli masyarakat Karanganyar. Ki Manteb Sudarsono adalah Putra terbaik Karanganyar, 2003 diakui wayang adalah karya agung budaya bangsa. Ki Mantep dan seluruh dalang-dalang diakui oleh negara kita sendiri dan terjaga juga dilestarikan.  31 juli 2015 membuat surat presiden. 31 Agustus meneruskan ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dikaji sebagai bahan, baru  7 November supaya ditetapkan sebagai hari wayang nasional. Keputusan presiden 7 November hari wayang nasional.  Malam hari ini bersyukur pemerintah Karanganyar ikut andil menjadi  bagian dari sejarah  Keppres itu dan seluruh dalang-dalang senior dan muda se-soloraya hadir di Karanganyar.

Pemerintah berkewajiban menjaga dan sukur-sukur menganggarkan untuk menanggap wayang kulit.

Pertama bangga karena legalitas.  Menjaga agar Dalang junior dan senior terus bermunculan. Menggelar wayang dimanapun. Kewajiban nguri-nguri dan nguripi, dalang ekses di Karanganyar.

Pencionta seni wauyang kulit makin eksis. Berlatih dan menjaga kesinambungan agar wayang tetap eksiss.(Ard/Tgr).