Dinsos Kabupaten Karanganyar Salurkan Bantuan ke Korban Tsunami Sulawesi

Karanganyar, Jum’at 28 Desember 2018

Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar menyalurkan bantuan sosial kepada warga Karanganyar terdampak korban tsunami Donggala, Sigi dan Palu. Total 95 Kepala Keluarga (KK) mendapat bantuan untuk keperluan hidup selama satu bulan.

Pemberian bantuan sosial dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jum’at (28/12). Penyaluran bantuan sosial berupa jatah hidup (Jadup) ini diberikan langsung Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Sosial Karanganyar, Agus Heri Bindarto mengatakan total 304 jiwa dari warga Karanganyar terdampak tsunami di Sulawesi mendapatkan bantuan dari Pemkab Karanganyar. Penyaluran bantuan dana jadup ini untuk biaya selama sebulan. Total dana bantuan yang disalurkan Rp 273.600.000 berasal dari dana tak terduga APBD Perubahan.

“Masing-masing jiwa mendapatkan jatah tiga kali makan dengan besaran Rp 10.000,00. Jatah hidup ini diberikan selama satu bulan,”paparnya.

Ditambahkan Agus, selain dana bantuan sosial dalam kesempatan tersebut juga disalurkan bantuan sepeda motor roda tiga untuk warga disabilitas serta bantuan Kelompok Usaha (KUBE) dari Kemensos sebanyak 48 kelompok dengan beragam usaha mulai dari ternak, usaha kelontong tergantung kondisi wilayah masing-masing.

“Tiap kelompok mendapatkan Rp 20 juta. Semuanya disalurkan dalam bentuk uang cash melalui rekening bank,”jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri anggota DPR RI Komisi 8 Endang Maria Astuti. Pihaknya selaku wakil rakyat akan terus mengusulkan ke Kementerian Sosial bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bagi masyarakat. Para kelompok penerima diharapkan mampu mengelola bantuan dana untuk kesejahteraan bersama.

“Tahun 2019 ada 100 KUBE yang kita ajukan namun realisasinya belum tahu. Dana yang diterima nantinya diusahakan tanpa adanya potongan,”katanya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar dalam sambutannya berpesan pada warga atau kelompok penerima bantuan agar memanfaatkan dengan baik. Dana yang didapat harus dikelola dengan baik sehingga dapat membantu peningkatan kesejahteraan.

“Gunakan sebaik-baiknya. Untuk kelompok jangan sampai gontok-gontokan karena rebutan dana,”pesannya.

Demikian Diskominfo (dn/ind)