Memperingati Hari Ibu ke 90 dan Bela Negara ke 70, Pemkab Karanganyar Menggelar Upacara di Halaman Setda Karanganyar

Kominfo
Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memimpin Upacara dalam rangka memperingati Hari Ibu di halaman kantor Bupati Karanganyar, Rabu(26/12)

Karanganyar, Rabu 26 Desember 2018

Upacara peringatan Hari Ibu dan Hari Bela Negara digelar bersamaan di halaman Setda Karanganyar Rabu(26/12). Komandan Upacara Iptu Nawangsih dari Polres Karanganyar. Sementara Bupati Karanganyar Juliyatmono bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya Bupati mengatakan peringatan Hari Ibu merupakan upaya mengenang dan penghargaan bangsa Indonesia terhadap perjuangan kaum perempuan Indonesia selama masa perang kemerdekaan hingga sekarang. Diharapkan dengan peringatan ini kaum perempuan semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai mitra kaum laki-laki. Prinsip kesetaraan mendasari pentingnya pembagian tugas peran antara kaum perempuan dan laki-laki mulai dari lingkup keluarga, masyarakat hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Perempuan dan laki laki adalah pathner dan sumber daya insani dalam menentukan keberhasilan pembangunan nasional”,katanya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Karanganyar juga membacakan amanat Presiden Indonesia Joko Widodo berkaitan dengan Hari Bela Negara. Dalam amanatnya Presiden mengatakan hari bela negara merupakan penegasan bahwa bela negara sejak dulu memiliki konteks sangat luas. Bela negara tak hanya melalui kontak fisik dan senjata melainkan juga dilakukan dengan berbagai upaya dan profesi.

“Aparatur negara baik sipil dan militer yang tengah berjuang melaksanakan tugasnya di pelosok tanah air sesungguhnya sedang melaksanakan bela negara. Bela negara merupakan kerjasama berbagai elemen bangsa bukan hanya pemerintah,” ujar presiden.

Ditambahkan Presiden dengan semakin banyaknya tantangan baik ideologi, politik hingga teknologi yakni era robotik membuat pemerintah telah memulai dan merampungkan roadmap 4.0. Menurutnya roadmap ini untuk mengakselerasi kesiapan rakyat menghadapi era robotik.

“Roadmap ini bukan untuk gagah-gagahan. Karena nantinya ratusan ribu pekerjaan manual digantikan teknologi disruptif,”tegasnya.

Dalam amanatnya Presiden Joko Widodo juga berpesan teknologi disruptif jangan sampai membuat bangsa Indonesia terutama kaum milenial larut dalam disruption dan tenggelam dalam teknologi disruptif.

“Kita harus mempertahankan makna pembangunan. Para generasi milenial juga harus mengantisipasi kecepatan perubahan dunia dengan tetap berpegang pada budaya,kearifan lokal dan nilai-nilai luhur bangsa”,pesannya
Demikian Diskominfo (dn/ind)