Bupati Minta Perkokoh Keluarga

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengingatkan kepada ketua RT dan RW untuk mensosialisasikan Magrib belajar

 

KARANGANYAR – 8 Desember 2018

 

Bupati Karanganyar mengingatkan masyarakat untuk memperkokoh keluarga. Sebab kekompakaan keluarga yang bisa menangkal paham-paham radikal atau aliran sesat. Benteng keluarga menjadi penting untuk mengatasi paham radikal dan aliran sesat yang mengacam bangsa Indonesia.

“Satu keluarga disaat santai pun semuanya memegang HP. Dalam satu ruangan tidak saling bicara dan mereka asyik dengan Handphone. Pengaruh HP sangat luar biasa sehingga mari perkokoh keluarga kita,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono di sela-sela pembinaan RT dan RW se Kecamatan Jatipuro di Rumah Dinas BUpati, Sabtu (08/12)

Pada kesempatan itu, Bupati meminta untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Selalu guyub rukun dan kompak. Pihaknya menilai wilayah Jatipuro sudah sangat baik dan pembangunan Kantor Kecamatan Jatipuro terus berjalan. Tinggal, yang belum dibenahi adalah Pasar Jatipuro. “Saya akan terus menghias wajah Jatipuro supaya bagus. Sebab Jatipuro menjadi pintu gerbang masuk ke Karanganyar dari Selatan,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Karanganyar, juga meminta RT RW untuk selalu mengingatkan wajib belajar habis Maghrib. Habis Magrib itu, semua masyarakat diminta untuk mengkondisikan putra-putrinya belajar. Tidak usah menyalakan televisi terlebih dahulu. Termasuk tidak bermain Handphone.  Sebab pengaruh smartphone sangat luar biasa. “Menjaga kerukunan di lingkungan RT dan RW. Gejala-gejala seperti paham radikalisme dan aliran sesat harus diantisipasi,” papar Bupati.

Jika nanti ada paham yang tidak jelas, Menurut Juliyatmono Ketua RT berhak mengingatkan. Jika tidak berani laporkan Kepala Desa. Jika kepala desa tidak berani laporkan bupati. Pihaknya berharap sekecil apapun permasalahnnya hendaknya bisa diselesaikan di tingkat RT. (hr)