Seminggu Grebek Lawu di Tawangmangu

Masysrakat Tawangmangu berebut gunungan sayur-sayuran pada pembukaan grebek lawu Gelar BUdaya di Terminal Tawangmangu

 

 

KARANGANYAR – 25 Nopember 2018

 

Banyak cara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengundang wisatawan. Salah satunya melalui Grebek Lawu di Tawangmangu. Acara yang akan digelar satu pekan mulai 26 Nopember-1 Desember menampilkan kesenian modern dan tradisional di area terminal Tawangmangu.

Pembukaan Grebek Lawu dilakukan langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Orang nomor satu di Karanganyar menaiki kuda dari lapangan Bener Tawangmangu menuju area terminal Karanganyar. Arak-arakan itu terdiri dari batik carnival, gunungan buah dan sayur-sayuran, ratusan penari dan masyarakat setempat dengan membawa buah-buah dan sayur hasil bumi mereka. Sepanjang perjalanan menuju area terminal Tawangmangu, ribuan pasang mata dan wisatawan melihat arak-arakan tersebut. “Gelar Grebek Lawu akan digelar selama satu minggu dari mulai 25 Desember- 1 Nopember. Menampilkan kesenian dari berbagai daerah di Karanganyar,” papar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Tarsa yang juga sekali panitia

Dia menambahkan dalam satu pekan tersebut, akan diisi mulai dari Kirab budaya, parade reog, band dari pelajar. Untuk hari Senin ada ketoprak, Selasa gelar seni budaya dari SMP se kabupaten Kra. Rabu keroncong, Kamis gelar dalang bocah, Jumat parade keroncong. Sabtu parade campur sari satu hari penuh. “Kegiatan ini dilaksanakan sengkuyung dan partisipasti dari seluruh masyarakat Karanganyar,” imbuhnya.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan seminggu ini dimulai Tamasya atau wisata. Sebab Grojogan sewu dan Gunung Lawu makin mempesona. Pihaknya akan menjaga gunung lawu dari tangan jahil siapapun. Dimulai 17 Agustus lalu dengan peletakaan batu pertama pembuatan anak tangga sampai puncak lawu. Diperkirakan 2020 akan selesai dan nantinya akan ada lampu sampai ke puncak Argo Dumilah supaya pendaki tidak tersesat. “Merawat gunung lawu dengan membuat anak tangga ini akan mengundang banyak ke wisatawan Gunung lawu. Sambil budaya tawangmangu yang banyak sekali perlu digelorakan terus, seperti mondosiyo, dukutan, reog,” imbuhnya.

Grebek lawu, tambah Bupati Karanganyar akan digelar selama satu minggu. Inti dari kegiatan ini adakah menjaga kelestarian alam, dan terus menjaga budaya, seperti reog. Sebab budaya merupakan alat perekat dan mempersatukan masyarakat. Kunjungan wisata satu minggu akan penuh ke karanganyar soalnya semua akan berkunjung ke bumi intanpari. “Satu minggu ini duit akan muter di Tawangmangu. Yang bergadang dijamin akan laris, lancar dan sukss. Sebab semua datang kemudian makan disini,” imbuhnya. (hr/Ina)