Sosialisasi Keamanan Pangan dan Kesehatan Hewan

Kominfo
Asisten II Siti Maysaroch sekaligus Kepala Plt Dinas Peternakan dan Perikanan yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar saat memberikan pidato sambutannya dalam acara Sosialisasi Kemananan Pangan dan Kesehatan Hewan di Aula Kampus Ampeka, Selasa(30/10).

Karanganyar– 30 Oktober 2018

Akademi Peternakan Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Sosialisasi Keamanan Pangan dan Kesehatan Hewan diaula kampus APEKA, Selasa(30/10).

Dirut APEKA Ir. Dhrama dalam pidato sambutannya menjelaskan bahwa keberadaan Akademi Peternakan saat ini sangat membantu menumbuhkan perekonomian rakyat di sektor peternakan. Pemkab sudah sangat berkontribusi dengan mendukung sarana  dan prasarana.

Hadir dalam acara tersebut Asisten II Siti Maysaroch, M.Si sekaligus Plt Kepla Dinas Peternakan yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar. Dalam pidatonya beliau menyampaikan badan usaha milik petani merupakan sesuatu yang baru yang perlu dicontoh. Mengembangkan peternakan khususnya keamanan pangan dan kesehatan hewan. Pemkab support pengembangan peternakan di Karanganyar dan support APEKA.

Keamanan pangan perlu dikembangkan. Plt Dinas Peternakan dan Perikanan Kab Karanganyar, Intinya aman sehat utuh dan halal. Utuh tidak tercampur dengan hal lain. Itu perlu dijaga. Selain kesehatan dan syar’i. Mengembangkan peternakan itu prospektif ke depan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Jateng, Agus Heriyanto menyatakan uji kompetensi paramedis. Riil dilaksanakan. Dinas ditunjuk tempat uji kompetensi. Sertifikat dari badan standarisasi nas. 1 angkatan sudah. Ingin bagaimana supaya lulusan apeka setelah lulus kok blm ada bukti bahwa yang bersangkutan sudah menjalankan kompetensi profesi.

Pertemuan pertama itu bagaimana supaya ada uji kompetensi khusus bagi paramedis. Menghubungi badan pengembangan SDM dan penyulihan pertanian pusat. Bagaimana upaya uji kompetensi riil dilaksanakan. Dinas ditunjuk tempat uji kompetensi dan betul-betul diuji dan diberikan sertifikat. Sudah berhasil satu angkatan.

Walaupun berbagai liku-liku harus berjuang terus. Pertama harus ada asesor atau penilai. Kedua bagaimana bahan yang akan diuji. Ada peserta dan muncul ujian. APEKA sendiri  sudah pernah meluluskan 30 orang.

Demikian Diskominf(Ardi).