2018, Sudahkan Karanganyar Sejahtera?

2018, Sudahkan Karanganyar Sejahtera?
Oleh : Salwa Husna Sekai Suryawi
Toh Kuning, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar

 

Kabupaten Karanganyar adalah salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki berbagai potensi baik dari Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu ditingkatkan atau dikembangkan guna menyejahterakan Karanganyar khususnya setiap warga yang ada di Kabupaten Karanganyar.

2018 adalah tahun terakhir masa kepemimpinan Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo. Mari cermati, sudahkah Karanganyar moncer, sejahtera, atau mendunia di ujung masa lima tahun kepemimpinannya ini ?

Dikutip dari Bupati Karanganyar, Dengan Visi Pembangunan Kabupaten Karanganyar 2013-2018 yakni “Bersama Memajukan Karanganyar” dan Misinya adalah pembangunan infrastruktur menyeluruh, pencapaian 10.000 wirausahawan mandiri, pendidikan gratis SD/SMP/SMA dan kesehatan gratis, pembangunan desa sebagai pusat pertumbuhan, dan peningkatan kualitas keagamaan dan sosial budaya.  Dari visi tersebut bisa terlihat bahwa Karanganyar sendiri mempunyai cita-cita yang sangat tinggi dalam membangun, menyejahterakan, dan memerdekan warganya.

Seperti di bidang wisata Karanganyar yang mempunyai puluhan objek wisata. Keunggulan obyek wisata ini mampu menjadi magnet bagi pengunjung baik dari dalam dan luar negeri, yang tentunya mampu memberikan dan meningkatkan penghasilan dan pendapatan bagi Kabupaten Karanganyar.

Namun, infrastruktur-infrastruktur yang ada di kabupaten karanganyar belum sepenuhnya mendukung untuk majunya bidang pariwisata.  Seperti dikutip dari beberapa warga yang berada di daerah jalan sepanjang terminal bejen – karangpandan, dimana ketika hujan turun dengan deras beberapa sungai atau aliran-aliran air tidak mampu menampung semua debit  air yang masuk ketika hujan turun dengan lebat, alhasil beberapa ruas jalan akan tergenang dan hal ini akan berdampak langsung bagi pengendara-pengendara kendaraan bermotor yang akan menuju objek wisata di sebagian daerah di Karanganyar. Sehingga hal ini dapat menjadi poin negatif dari wisata yang ada di karanganyar, dan juga terjadi banjir tahunan di jalan Lawu depan Pasar Wisata Tawangmangu, akibat luapan dari saluran air. Terjadi penyumbatan saluran di lokasi ini. Persoalan ini harus menjadi prioritas sasaran pembenahan lingkungan pasar dan jalan.

Selain infrastruktur jalan dan aliran air, transportasi umum yang seharusnya menjadi sarana pendukung bagi pelancong-pelancong atau wisatawan yang akan pergi ke obyek wisata yang ada di Karanganyar dirasa masih kurang layak untuk di tumpangi. Beberapa hari yang lalu setelah saya mengikuti pelatihan Karanganyar Menulis di Karanganyar dan saya harus pulang ke rumah saya di Karangpandan, saya mendapati sebagian bis sudah kelebihan muatan ( over capacity) hal ini sangat beresiko terjadinya kecelakaan, ketika di dalam saya harus berdiri kurang lebih 15 menit ditambah pengap dan bau tidak sedap.

Dari fakta-fakta yang ada diatas, sejauh ini pemerintah telah melakukan renovasi maupun perbaikan terhadap fasilitas pariwisata yang ada, namun Pemerintah perlu meningkatkan kinerjanya dalam membenahi infrastuktur-infrastuktur pendukung seperti jalan, saluran air, dan transportasi umum secara berkala karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kenyamanan maupun keamanan para wisatawan. Dan kita sebagai warga kabupaten Karanganyar berkewajiban untuk senantiasa menjaga fasilitas-fasilitas yang sudah disediakan oleh pihak pemerintah agar Karanganyar bisa menjadi lebih maju sesuai visi yang telah dicanangkan.