Kalau Diserahkan, Pemkab Akan bangunkan Museum Radio

Sebagai rangkaian akhir napak tilas, diadakan hiburan yang diisi dari Campursari Sanggabuana yang dihadiri seluruh masyarakat Balong, Jenawi

 

KARANGANYAR – 29 September 2018

Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk membangun museum radio tidak setengah hati. Buktinya, Pemkab Karanganyar meminta RRI untuk menyerahkan tanah di Balong yang dijadikan monomen RRI tersebut. Jika sudah dihibahkan, maka pemerintah akan dengan mudah membangun museum radio.

“Klau diserahkan maka kita akan bangun museum radio, Desa Balong, Kecamatan Jenawi. Di museum nantinya semua radioa zaman dahulu akan dikumpulkan ditempat ini. Sehingga Jenawi akan menjadi ikon pariwisata baru di Karanganyar,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Dia menambahkan bangga dan mengucapkan terima kasih kepada peserta jalan kaki napak tilas penyelematan pemancar radio RRI. Lima etape dapat diselesaikan dengan baik tanpa ada yang sakit. Penyelenggaraan napak tilas bakal terus dilakukan setiap tahun. Pasalnya, betapa berat perjuangan para pegawai RRI untuk menyelamatkan pemancar. Satu-satunya alat perjungan bangsa Indonesia saat itu adalah radio. BUpati juga akan melebarkan jalan menuju lokasi dengan jalan yang lebih lebar. Termasuk kandang kambing juga akan diwujudkan di sekitar museum. “Selamanya bakal dikenang dan generasi penerus tidak melupakan sejarah. Dahulu alat perjuangan bangsa Indonesia adalah radio sehingga kita tidak akan pernah melupakannya,” imbuhnya,

Lebih jauh, Juliyatmono mengatakan pada tahun 1985, orang nomor satu di Karanganyar pernah berjalan mulai dari RRI Surakarta menuju Balong, Kecamatan Jenawi. Berangkat dari RRI pukul 18.00 sampai di Balong pukul 07.00 pagi. Sehingga semua belum merasakan, Bupati justru sudah pernah merasakan.

Ke depan, pihaknya akan mengganti napak tilas dari berjalan menggunakan sepeda. Biar peserta lebih banyak dan semangat untuk mencintai tanah air selalu ada. Karanganyar juga mempunyai Swiba, Radio Intanpari Pembangunan. Radio milik Karanganyar juga pernah juara 1 tingkat nasional terkait radio peduli pendidikan. “Napak tilas ini juga rangkaian hari jadi Karanganyar ke 101. Kita akan banyak agenda dan acara. Mulai dari Nella Karisma dan Via Vallen pada tanggal 24 Nopember, gelaran wayang kulit dengan dalam ki Manteb dan Purboasrmoro dengan sinden 101,” imbuhnya.

Sementara Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karanganyar, Agung Thjayo Nugroho mengingatkan napak tilas adalah perjuangan penyelematan RRI dan merupakan bukti perjuangan mengusir penjajah. Kegiatan ini mengeskpresikan cinta dengan karya positif. Peringatan napak tilas tersebut juga diramaikan dengan malam hiburan dan pameran stan dari produk UMKM Kecamatan Jenawi.  (hr/tgr/adt/ard)