RRI Pernah Siaran Di Balong, Jenawi

Peserta dari Balong Jenawi tampak masih semangat melakukan napak tilas dari terminal Kemuning menuju Balong, Jenawi

 

KARANGANYAR – 29 September 2018

Memperingati perjuangan Radio Republik Indonesia (RRI) 79 dan Hari Jadi Karanganyar ke 101, Pemkab menyelenggarakan napak tilas perpindahan pemancar dari Surakarta ke Balong, Jenawi. Ratusan orang melakukan jalan kaki dari RRI Surakarta menuju Balong yang dibagi dalam lima etape. Yakni etape RRI Surakarta-RRI

Seorang mencium anaknya, sebelum mengikuti napak tilas penyelematan RRI

Palur, etape kedua dari RRI Palur-Koramil Karanganyar, Etape ketiga koramil Karanganyar-terminal mbangun Makuthoromo Karangpandan, etape empat dari terminal mbangun Makuthoromo-Terminal Kemuning, etape terakhir dari terminal kemuning-balong, Jenawi.

Sepanjang perjalanan mereka selalu menggunakan yel-yel membakar semangat. DI Karangpandan ada yang unik. Para pelajar dari SMK Ngargoyo berdandan pakaian lurik dengan menggendong radio. Hal ini merupakan simbol bahwa RRI yang menjadi alat perjuangan itu pernah berpindah pemancar karena serbuan penjanjah. “Perjuangan para crew RRI waktu itu sangat luar biasa. Memindahkan pemancar radio agar bisa menggelorakan semangat perjuangan rakyat Indonesia,” papar Joko, salah satu peserta.

Bahkan, salah satu regu yang berangkat dari Terminal Ngagoyoso harus mencium anak terlebih dahulu sesaat akan jalan kaki menuju Balong. Ciuman simbol kehangatan ayah kepada anak serta menyemangati akan perjuangan para pahlawan yang menggelorakan kemerdekaan.

PLT Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar, Didik Djoko Bakdono mengatakan Napak Tilas tahun 2018 ini untuk memperingati HUT RRI  ke 73 dan Hari Jadi ke 101 Tahun Kabupaten Karanganyar. “Jarak yang harus dilalui setiap regu, dari etape ke etape lain sekitar 9-11 Kilometer, dan itu harus jalan kaki. Sedangkan satu regu terdiri dari 10 orang,” paparnya.

Didik mengatakan peserta napak tilas dari berbagai organisasi dan OPD di tingkat Kabupaten. Yakni pelajar, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar, TNI, Polri, dan Organisasi Pemuda.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan hikmah yang dipetik adalah perjuangan RRI Surakarta menuju Balong Jenawi mempunyai peran strategis yang sangat bersejarah melahirkan kemerdekaan. “Hayati perjalanan ini, betapa penting perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Malam nanti, di Lapangan Desa Balong diadakan pentas campursari dan hiburan rakyat lainnya serta pemberian hadiah kepada pemenang. (hr/ard)