Meski Tidak Bersama Tapi “Tetep Seduluran Saklawase”

Bupati Karanganyar dan Wakil Bupati Karanganyar bersalamaan dengan hangat dalam acara pelepesan wakil bupati Karanganyar Rohadi Widodo. keduanya berkomitmen peseduluran saklawase

 

KARANGANYAR – 19 September 2018

Pemerintah Kabupaten (pemkab) Karanganyar Rabu malam menyelenggarakan acara pelepasan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo yang menyatakan mundur. Acara begitu istimewa karena kedua pemimpin yang selama ini berada ditapuk pimpinan Karanganyar menyatakan tetap akan menjaga persaudaraan. Meski mereka sudah tidak bersama lagi untuk membangun Karanganyar, namun keduanya tetap kompak dan padu.

“Tidak ada duet yang sangat lekat dan bertahan lama kecuali Karanganyar. Futsal bersama, sepak bola bersama, voly bersama dan boncenganpun bersama. Keduanya juga dapat membuat Karanganyar menjadi hebat,” papar Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi.

Sementara  Wakil Bupati Rohadi menyatakan mintaa maaf apabila selama memimpin banyak kekurangan dan kesalahaan. Sebab masa tugas 4 tahun 9 bulan banyak berinteraksi sehingga dipastikan banyak kesalahaan. Rohadi Widodo juga meminta jalinan persaudaraan yang sudah terjalin ini jangan sampai terputus. “Jika memang masih butuh stiker untuk sepakbola saya siap. Sekali lagi saya izin pamit mundur sebagai wakil bupati Karanganyar. Semoga apa yang saya sumbangkan untuk Karanganyar bermanfaat dan berguna untuk pembangunan Karanganyar,” imbuhnya.

Acara yang dikemas santai itu, Rohadi Widodo juga menyatakan semua fasilitas dinas akan dikembalikkan ke pemkab Karanganyar. Hanya satu yang tidak dikembalikkan ke pemerintah yakni pakaian dinas. Ucapan itu langsung disambut tawa forkompinda, kepala OPD dan Camat. “Saya dilahirkan di Karanganyar jika memang tenaga dan pikiran saya dibutuhkan saya akan membantu,” imbuhnya.

Sementara Bupati Karanganyar Juliyatmono menyatakan acara pelepasan malam kemarin memang tidak dikehendaki. Sebab, pihaknya berusah susah jika harus berpisah dengan Rohadi Widodo. Juliyatmono mengaku memang berkomitmen untuk membangun Karanganyar selama dua periode. Namun Pimpinan partai menugaskan pihaknya harus berpasangan dengan Rober Cristanto. “Sejak pengusulan pun kami selalu mengusulkan Rohadi Widodo. Namun partai berkehendak lain sehingga kami petugas partai tunduk pada perintah tersebut,” papar Juliyatmono.

Sejak mendapatkan kepercayaan, Juliyatmono dan Rohadi memang tidak ada pembedaan tugas. Keduanya saling mengisi dan mengkoreksi sehingga semua berjalan nyama dan bagus. Pihaknya juga menyatakan selama bersama tidak ada perselisihan baik internal maupun eksternal. “Namun garis perjuangnnya memang harus berkompetisi. Sekarang, Pak Rohadi menjadi caleg dapil 1 Karanganyar,: imbunya.

Lebih Jauh, Juliyatmono mengatakan kondisi demikian berlangsung lima tahunan. Artinya kegiatan ini akan berlangsung lima tahun sekali. Sehingga pihaknya mengatakan segera melupakan dan bangkut kembali. “Saya ingin mengatakan apa yang ditulis Wisten Curcil, Pedana Menteri  Inggris. Keberhasilan bukanlah sebuah akhir dan kegagalan tidak berarti fatal. Mari bangkit untuk terus membangun Karanganyar lebih baik,” imbuhnya. (hr/Adt)