Persika Junior Libas BJL 2000 Semarang, 2-1

David, pemain persika (baju biru-biru) dikawal ketat dua orang dari BJL. sebab pergerakannya sungguh membahayakan

 

 

KARANGANYAR – 16 September 2018

Meski mampu mengkandaskan Bajak Laut Terbang (BJL) 2000 Semarang dalam laga terakhir 12 besar Soeratin Cup U-17 dengan skor 2-1, namun Persika junior gagal melaju ke semifinal. Sebaliknya, BJL akan melenggang maju ke semifinal piala suratin di zona Jawa Tengah.

Laga yang digelar di Stadion 45 Karanganyar, Minggu (16/09) tidak menyurutkan Tekad Saputra cs untuk bermain asal-asalan. Justru sejak menit awal pasukan Yusuf, berupaya berjuang keras memenangkan pertandingan dan meningkatkan serangan. Bahkan, beberapa kali peluang tercipta di mulut gawang BJL 2000, namun kiper Yofandani mampu menahan serangan tim tuan rumah. Hingga babak pertama berakhir skor masih 0-0.

Di babak kedua, pasukan laskar lawu tidak mengendurkan serangan. Namun, justru terus ‘membabi buta’ untuk melakukan serangan baik dari sayap kanan dan kiri. Saking semangatnya tersebut, justru gawang yang dijaga Risky Eko Saputro kebobolan di menit 47. Melalui serangan balik yang cepat, Muhammad Riski Ananda mampu meleksakkan gol.

Ketinggalan 0-1, Persika terus melakukan gempuran. Hasilnya di menit ke 77, Eko Prakoso membuat jala BJL bergetar. Kedudukan berubah menjadi 1-1. Kedudukan tersebut, membuat pasukan laskar lawu semakin beringas untuk menyerang. Hasilnya di menit ke 87, Mustaqim melesakkan gol ke gawang BJL. “Sejak awal, memang saya berharap pasukan kami bermain maksimal. Meskipun tidak lolos ke babak selanjutnya, namun jangan sampai kalah di kandang sendiri.,” papar Kepala TIM Persika Junior, Parman.

Dia mengatakan semangat Persika Junior memang luar biasa. Di beberapa kali tandang, Persika selalu tampil ngotot dan penuh semangat. Pada saat tandang di Semarang, pihaknya mengakui tim inti atau pengawa inti terkena akumulasi kartu kuning. “Hal ini yang membuat kami tumbang karena beberapa pemain inti terkena kartu kuning. Tampaknya kartu ini ada unsur tertentu yang membuat mereka tidak bisa main dan kami kalah,” imbuh Parman. (hr)