Ingin Selamat, Banyaklah Berucap Maturnurwun

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menghipnotis jamaah sholawat di Lapangan Tuban, Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo

 

KARANGANYAR – 09 September 2018

KH Ali Shodiqin atau Gus Ali Gondrong pengajian sholawat di Lapangan Tuban, Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo Sabtu malam (08/09).  Ratusan jamaah dari berbagai kota mendatangi sang guru Mafia sholawat tersebut. Malam itu, KH Ali Shodiqin berpesan agar jamaah memperbanyak maturnurun.

“Pager selamat itu adalah maturnuwun. Maturnuwun karo wong sing elek elek sampeyen marai jenengan iso interopeksi (Terima Kasih sama orang yang menjelek-jelekkan anda karena bisa melakukan mawas diri, Red),” ujar Gus Ali Gondrong.

Nyanyian Gus Ali Gondrong berkali-kali diikuti oleh ratusan jamaah. Jamaah seakan-akan menikmati lantunan lagu dan sholawat yang didedengkan Gus Ali Gondrong. Bahkan, nyanyian lagu-lagu perjuangan pun juga diikuti oleh jamaah.

Dia juga mengatakan mengucapkan terima kasih kepada yang menghina, karena suka dipuji maka akan lupa diri. Apalagi sama yang Maha Hidup yakni Allah harus sering mengucapkan hamdalah. Jika sudah bida mengatakan terima kasih itu artinya tidak ada kebencian. “Saya menyambut baik, keinginan bapak BUpati Karanganyar yang ingin mengadakan sholawat tiga bulan sekali. Semoga kita selamat dan mendapatkan syawaat dari Rasullullah SAW,” imbuhnya.

Hadir dari Pemkab Karanganyar dalam pengajian tersebut adalah Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Ketua DPRD Sumanto, Asisten III Setda, Sutarno, Kepala Kesbangpolinmas, Agus Cipto Waluyo. Orang nomor satu di Karanganyar mampu menghipnotis ratusan jamaah yang menyemut di lapangan tuban. Sahutan bupati, “Masuk pak Eko,” juga disambut hangat oleh jamaah. “Saya mengucapkan terima kasih kepada para alim ulama, sesepuh pinusepuh dan masyarakat di Gondangrejo dan sekitarnya. Semoga ungkapan cinta kita kepada Rasullullah benar-benar membuat Gondangrejo dan Karanganyar selalu diberkahi Allah SWT,” beber BUpati.

Dia meminta masyarakat untuk terus menjaga kekompakan, persatuan dan kesatuan. Hentikan hoax, ujaran kebencian dan memfitnah. Sebab itu bukan kultur orang Indonesia. Mudah-mudahaan jamaah yang hadir selalu di Muliakan oleh Allah. “Gondangrejo Dan Karanganyar tentrem ayem,” imbuhnya.

Bupati pun menyanyikan lagu sawangen yang syairnya diubah berlirik sholawat. Nanti pada malam pergantian tahun, Pemkab akan mengadakan malam cinta rasul. Pihaknya akan menghentikan hura-hura dan digantikan dengan berdzikir dan bersholawat kepada nabi Muhammad SAW. (Hr/Adt)