Harapkan Ada Museum RRI Di Balong Jenawi

Bupati Karanganyar saat menerima tamu dari RRI Surakarata di Ruang Kerja Bupati (5/9)

KARANGANYAR- 05 September 2018

Memperingati Hari Radio Republik Indonesia (RRI) ke 73, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berharap ada museum RRI di Daerah Balong, Kecamatan Jenawi. Hal tersebut menjadi sarana pendidikan kepada masyarakat dan generasi muda, bahwa di lokasi tersebut pernah didirikan stasiun darurat untuk perjuangan kemerdekaan RI. Sekaligus, Kecamatan Jenawi mempunyai ikon untuk pariwisata di kawasan paling timur Karanganyar tersebut.

“RRI adalah bagian dari sejarah Indonesia. Siaran radio pada masa revolusi menjadi sarana menginformasikan kepada masyarakat tentang kemerdekaannya. Karena diburu penjajah Belanda, maka pemancar radio diungsikan ke Perbukitan di Desa Balong, Kecamatan Jenawi,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menerima rombongan dari RRI Surakarta di ruang kerja bupati (05/09)

Saat itu, pemerintah kolonial tidak menginginkan pribumi memberontak akibat tersulut informasi kebebasannya, sehingga membumihanguskan semua stasiun radio berikut pemancarnya. Sesampai di Desa Balong, para pejuang menyembuyikan pemancar itu di kandang kambing sehingga dikenal dengan sebutan radio kambing.     Direncanakan untuk memperingati hari radio tersebut, Pemkab dan RRI Surakarta akan melakukan napak tilas. “Saya tetap berharap ada kegiatan budaya, baik itu ketoprak atau wayang di Balong Jenawi,” imbuhnya.

Selain bupati, yang menemui dari Pemkab Karanganyar adalah Kepala Dinaskominfo, Plt Didik Joko Bakdono, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto, Bagian humas Setda Karanganyar, Yuli Astuti, Kabid IKP Diskominfo Ardhisyah. Sementara dari RRI adalah Kepala RRI Said Abdilah, Kepala Seksi Pemberitaan, Herman Ady Rahman, Kepala Seksi Siaran, Tri Sejati, Kepala Seksi Layanan Usaha, Nunik dan Seksi Tekni dan Media Baru, Hartono.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto mengatakan setiap tahun memang ada event untuk memperingati hari RRI. Tentu, setiap tahun peringataan itu lebih meriah. Ada unsur budaya dan seni dalam proses perjalanan napak tilas. “Kami masih mengusulkan hari Sabtu, 29 September pada rapat persiapan hari jadi ke 101 Kabupaten Karanganyar,” imbuhnya. (hr/adt)