FK METRA Karanganyar Tampil Memukau

Kincer (berbaju putih) selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak mendukung kebersihan. Hal itu diperagakan dengan apik seniman FK Metra Karanganyar dalam pertunjukan Final FK Metra di Jateng Fair.

KARANGANYAR – 27 Agustus 2018

FK Metra Karanganyar tampil memukau di hadapan masyarakat yang berkunjung ke Pekan Raya Promosi dan Pembangunan (PRPP) Semarang. Melalui lakon “Kemproh Amoh’ para pemain ketoprak asli Karanganyar tersebut beberapa kali mendapat applus dari para penonton.
Cerita bermula dari sepasang suami isteri yang bernama Kincer dan Putri yang setiap cekcok. Kincer sering pulang dalam keadaan mabuk. Ditambah lagi, dia tidak suka kebersihan atau “kemproh’ . Kerena kebiasaan buruk tersebut lama kelamaan menjadi penyakit. Padahal masyarakat setempat melalui RT, Agus Gecul dan penyuluh kesehatan Sadi Bei dan Liak sudah mengkampanyekan hidup sehat. Diantaranya tidak membuang sampah sembarangan, makan harus cuci tangan dan lain sebagainya. Namun Kincer masih saja mabuk dan pola hidup yang tidak sehat. Garapan yang cukup apik tersebut mengantarkan FK Metra Karanganyar Juara harapan 3 dalam Final FK Metra tingkat Jawa Tengah. “Kami berhasil mendapatkan juara harapan 3,” ujar kabid IKP Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Karanganyar, Ardiansyah di akhir acara.

Dalam kesempatan, Kepala Biro Pemerintahaan Dan Otonomi Daerah Setda Jawa Tengah, Herru Setiadhie mewakili Gubernur Jawa Tengah menyampaikan menyambut baik digelarnya seni tradisional FK Metra tingkat Jawa Tengah. Pihaknya sudah menyaksikan secara bergantian penampilan dari Banyumas, Boyolali, Rembang, Karanganyar, Wonosobo dan Kota Semarang. Pihaknya mengakui penampilan dari FK Metra enam kabupaten/kota semua bagus. “Tentunya dipilih yang terbaik dari baik. Yang menang selamat dan yang belum menang jangan berkecil hati,” ujar Herru Setiadhie.

Dia menambahkan tahun-tahun mendatang masih banyak kesempatan untuk lebih baik dan berprestasi. Herru sangat mengapreasiasi seniman dan seniwati terhadap seni budaya. Di era kemajuan tehnologi informasi, saat ini masyarakat dipermudah untuk menonton tayangan dari belahan dunia manapun.  “Seni pertunjukkan FK Mitra ini dapat sebagai media alternatif untuk edukasi dan mensosialisasikan hasil-hasil pembangunan Jawa Tengah. Media sebagai unik dan efektif berbagai kebijakan dan pembangunan nasional,” imbuhnya.

Lebih jauh, Herru mengatakan capaian pembangunan di semua sketor. Pasalnya ada pesan-pesan sosial yang harus disampaikan. Yang jelas, harus pinter-pinter mengemas. Media tradsional diharapkan dapat menyesiuakan diri dengan perkembangan zaman. Yakni dengan melakukan inovasi-inovasi seperti di musik atau kostum tertentu. (Demikian Diskominfo Krs/Adt/Hr)