17.845 Timus Pecahkan Rekor Muri

Timus sebanyak 17.845 diletakkan pada replika gedung De Tjolomadoe dan berhasil memecahkan rekor MURI
Bupati Karanganyar, Juliyatmono ikut meletakkan timus pada replika Dw Tjolomadoe

 

KARANGANYAR – 18 Juli 2018
Menggelorakan semangat perjuangan dan hari kemerdekaan RI, De Tjolomadoe mengadakan festival timus, Sabtu (18/8). Bukan sekedar festival Timus, gelaran ini juga menyajikan makanan tradisional khas Karanganyar dengan jumlah mencapai 17.845 buah. Banyaknya timus yang disajikan itu memecahkan rekor Muri sebagai pembuatan timus terbanyak.
“Selama ini dalam menyambut kemerdekaan lebih pada pesta saja. Namun de tjolomadoe, dengan festival ini juga pengembangkan kesejahteraan rakyat,” papar penyelenggara festival timus Rachmat Priyanto.

Pengembangaan kesejahteraan rakyat yang dimaksud, tambah Rachmat karena dalam festival ini juga menggandeng UMKM. Mereka diminta hadir sekaligus menyemarakkan festival timus. Selain itu, kegiatan ini juga mengenalkan nama De Tjolomadoe dan Kabupaten Karanganyar. Untuk membuat Timus menghabiskan ketela sebagai bahan utama sebanyak 2,1 ton. Ketela yang digunakan untuk pembuatan timus adalah ketela ungu dan ketela biasa.
Sedangkan pembuatan ini melibatkan lima kelompok UMKM. Timus yang disajikan dibuat dalam bentuk replika Pabrik Gula Colomadu yang sekarang sudah berubah menjadi De Tjolomadoe. “Untuk penyusunan replika melibatkan Siswa SMKN sebanyak 20 orang dan Indonesia Chef Association (ICA).

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang turut hadir dalam festival timus mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi gelaran ini. Pria yang akrab disapa Yuli itu mengatakan, bahwa pemerintah akan terus mendukung setiap upaya yang dilakukan untuk melambungkan nama Karanganyar. “Pemerintah tugasnya promosi, fasilitasi, menggerakkan kreativitas untuk menambah kesejahteraan rakyat. Hadirnya De tjolomadoe mempunyai multi pleyer efek yang luar biasa, bagi masyarakaat dan UMKM,”papar Juliyatmono.
Dia menambahkan kegiatan ini berkah bagi Karanganyar. Timus ini bahan bakunya dari bumi Karanganyar. Ke depan timus bisa dipatenkan produk Kabupaten Karanganyar dengan berbagai rasa. Misalnya rasa sate, atau rasa buah yang lain.

Eksekutif Manajer MURI, Sri Widyati mengatakan, untuk bisa masuk dalam MURI haruslah memenuhi empat hal yakni paling, pertama, unik dan langka (PPUL). Dan festival ini masuk dalam kategori tersebut.

Pihaknya juga sudah melakukan penghitungan jumlah timus yang akan dibuat replika bangunan PG Colomadu. “Kalau jumlah timusnya pasti jauh lebih banyak, tetapi ini hanya diambil dengan angka cantik disesuaikan dengan tanggal bulan dan tahun kemerdekaan,” katanya. (Hr/Adt)