Prihatin, Sejumlah Masyarakat Gelar Pray For Lombok

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Ketua DPRD Sumanto ikut aksi peduli Pray For Lombok di Depan Rumah Dinas Bupati yang digelar sejumlah masyarakat peduli bencana Lombok

 

 

KARANGANYAR – 09 Agustus 2018

 

Susulan gempa yang terjadi di Lombok Kamis siang kemarin, membuat prihatin masyarakat. Wujud keprihatinan tersebut diungkapkan lewat doa dan mengumpulkan rupiah Di taman Pancasila Kamis malam (09/08). Dengan membentuk lingkaran dan menyalakan lilin secara bergantian sejumlah masyarakat peduli lombok berdoa untuk kebaikan warga Lombok.

Aksi itu juga dihadiri Ketua DPRD Karanganyar Sumanto dan Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Dalam kesempatan itu, salah satu relawan bumi lawu Yanuar Faisal mengatakan masyarakat Karanganyar sangat prihatin dengan apa yang dialami masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat. Aksi kepedulian itu diwujudkan dengan doa bersama dan meminta sumbangan dari pengguna jalan di sekitar Taman Pancasila. “Saat ini sudah terkumpul Rp 7.200.000 dan malam ini terkumpul sekitar Rp 1 juta. Kita akan terus penggalangan dana untuk meringankan beban masyarakat Lombok,” papar Yunuar.

Menurutnya, doa ini juga diharapkan bisa memberikan semangat kepada masyarakat Lombok untuk bangkit kembali. Aksi ini juga melibatkan Pejuang Sosial Community (PSC), Sedulur Lawu, Cakra dan lainnya.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya menyatakan sangat peduli dengan penderitaan masyarakat Lombok. Pihaknya sudah mengirimkan 15 relawan untuk membantu evakuasi pada Rabu lalu. Orang nomor satu di Karanganyar itu berharap dengan doa ini, masyarakat Lombok diberikan kemudahan dan semangat untuk kembali bangkit. “Mereka tidak sendiri, kita akan terus membantu meringankan penderitaan mereka melalui doa dan penggalangan dana dengan membuka rekening peduli lombok,” papar Juliyatmono.

Juliyatmono terus mengajak masyarakat Karanganyar untuk peduli. Pihaknya berharap segera ada kemudahaan untuk saudara-saudara di Lombok. Juliyatmono mengakui Lombok memang menyimpan pesona alam yang baik setelah Bali. (hr)