Pemimpin itu Intinya Koordinasi

Sekda Kabupaten Karanganyar saat memberikan sambutan dalam acara sertijab Kepala MAN 1 Karanganyar

KARANGANYAR- 8 Agustus 2018

Seorang pemimpin itu intinya koordinasi, baik ke atasan dan ke samping atau teman-teman sejawat. Jika sudah terkoordinasi dengan baik maka bekerjanya akan mudah dan lancar. Tentu semua akan mendukung untuk keberhasilan tujuan yang telah ditetapkan.

“Saya pidato bu lanjar utami sebagai kapsek MAN 1 Karanganyar yang baru sudah baik. Beliau menyebut atasannya, menyebut komite sekolah, menyebut teman-teman sejawat. Saya yakin Bu Lanjar bisa memimpin sekolah ini dengan hebat dan sukses,” papar Sekda Samsi saat mewakili bupati Karanganyar, dalam serah terima Kepala Sekolah MAN 1 Karanganyar dari Nuri Nurmanto kepada Lanjar Utami, Rabu (08/08) di aula sekolah favorit tersebut.

Lebih jauh, Samsi mengatakan bekerja sesuai aturan itu mudah. Yang sulit itu bekerja tapi tidak ada aturannya. Meski demikian, Sekda sangat yakin jika Bu lanjar bisa mengatasi hal itu. Pihaknya meminta Lanjar untuk tetap mendukung gerakan pramuka. “Bagiamana dengan pembangunan masjid MAN. Sudah selesai belum. Jika belum selesai bisa minta bantuan Baznas,” imbuhnya,

Sementara Kepala Kantor Departeman (Depag) Karanganyar Musta’in Ahmad mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama Nuri Nurmanto karena telah menjadi kapsek satu bulan ini. Sekaligus, menguncapkan terima kasih kepada para hadirin karena telah menjadi bagian dari sejarah kemajuan MAN 1 Karanganyar. Dalam kesempatan itu, Musta’in Ahmad mengingatkan pentingnya NKRI. “Klau NKRI adalah harga mati jelas. Ini NKRI dari kepanjangan Niat, Kebersamaan, Responsif dan Ikhlas,” papar Musta’in.

Lebih jauh, Musta’in menjelaskan Niat itu berarti segala sesuatunya harus diniatkan hanya mencari ridho Allah. Jika sudah menancapkan niat tersebut, maka jika prestasi berbuah kepada pahala dan jika kesulitan atau hambatan maka berarti berkurangnya dosa. Kedua adalah Kebersamaan, yang berarti semua pekerjaan itu harus dilakukan secara bersama-sama. Sebab tidak ada superman di dunia nyata sehingga pekerjaan akan mudah jika satu sama lain saling mendukung. Ketiga adalah Responsif, adalah kemampuan untuk merencanakan masa depan dengan baik. Terakhir Ikhlas, semua pekerjaan haruslah ihlas sesuai slogan departemen agama ihklas beramal. “Bagi sekolah yang belum menyelenggarakan upacara bendera saya berharap dilaksanakan upacara bendera. Jika tidak muat, bisa dilakukan secara bergantian,” imbuhnya,

Terakhir, Musta’in mengatakan pengangkatan Lanjar Utami sudah tidak ada permasalahan. Sesuai dengan peraturan menteri agama nomor 58 tahun 2013 tidak ada keraguan untuk mengangkat bu lanjar. Yang terpenting, Bu lanjar harus melakukan inovasi. (Adt/Ind)