Jembatan Usai, Jumantono Ke Karanganyar Tidak Perlu berputar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Dandim 0727 Letkol Inf Mukhtar meminta tanah (yang ditunjuk bupati) bisa dikepras sehingga jalannya bisa lurus usai melihat jembatan hasil pembangunan TMMD ke 102 di Desa Blorong, Kecamatan Jumantono

KARANGANYAR – 8 Agustus 2018

Warga Blorong, Kecamatan Jumantono lega dan plong jembatan menuju Karanganyar kota telah usai. Jembatan dengan panjang 15 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 8 meter telah selesai dikerjakan dalam program TMMD 102 di Desa Blorong, Kecamatan Jumantono. Selain jembatan, juga dibangun 10 unit RTLH dan rabat cor jalan dengan panjang 955 meter, lebar 3 meter dan tebal 12 cm.

Saat bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati, Rohadi Widodo, Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Mukhtar meninjau lokasi jembatan bupati sangat mengapreasiasi jembatan yang menguhubungkan Jumantono-Karanganyar tersebut. Dengan dana hanya Rp 80 juta sudah menghasilkan jembatan yang bagus dan kuat. Ke depan, pihaknya akan membebaskan lahan di sebelah utara jembatan (masuk desa Bolong Karanganyar kota), supaya jalannya lebih lebar lagi. “Ini klau tanah pekarangan dibebaskan lahannya untuk jalan maka lebih lebar lagi, atau tidak

Bupati Karanganyar melewati jembatan yang telah usai dibangun untuk menghubungkan Blorong, Jumantono dengan Bolong, Karanganyar kota

terlalu berputar jalannya. Nanti kita akan bicarakan lagi,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono di sela-sela mengunjungi jembatan tersebut.

Selanjutnya, Bupati juga meninjau salah satu RTLH yang dibangun dari program TMMD. Orang nomor satu di Karanganyar memuji hasil rehab yang dilakukan TNI dan masyarakat tersebut. Serta menyempatkan berbicang dengan pemilik rumah. “Terus tingkatkan gotong royong dan guyub rukun,” imbuhnya.

Bupati juga melewati jalan hasil cor jalan sepanjang 955 meter, lebar 3 meter dan tebal 12 cm. Program TMMD ke 102, itu dilaksanakan dari tanggal 10 Juni- 8 Agustus 2018. TMMD di Desa Blorong, Kecamatan Jumantono itu dilakukan personel kodim 0727 sebanyak 40 orang, polres Karanganyar, ormas, dan masyarakat berjumlah 100 per harinya.

Dalam laporannya, Komandan satuan tugas, Kapten Inf Supardi mengatakan selain sasaran fisik juga ada non fisik. Diantaranya adalah penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, Kantibmas, bahaya narkoba, dan kenakalan remaja. Selain itu juga sertifikat tanah, kependudukan dan akte lahir. “Ada lagi donor darah, Pelatihan ketrampilan dan kewirausahaan, pasar murah dan hiburan rakyat. TMMD ini di dukung  anggaran APBD propinsi Jawa Tengah Rp 177.200 000 dan APBD kabupaten Karanganyar Rp 300 juta, RTLH 10 Unit 100 juta dan Swadaya masyarakat Rp 86.760.000 sehingga total Rp 663.960.000,” pungkas Kapten Inf Supardi.

Sementara Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Mukhtar mengatakan pembangunan wilayah desa adalah kebijakan nasional. Yakni mewujudkan pembangunan dari pinggiran. Melalui pembangunan di desa akan terus digali potensi yang ada di desa untuk dikembangkan dan jika ada kekurangan maka harus diatasi. “Peran nyata TNI turut serta TNI manunggal desak 102 tahun 2018 dilaksanakan selama 30 hari mulai 10 Juli – 08 Agustus. Kemanggulan TNI dan rakyat dan merupakan penggeloraaan wahana gotong royong, semangat, guyub rukun,” imbuhnya.(hr/Ad)