Karanganyar Gelar Lomba BMX dan Skateboard

Aksi sepeda BMX dalam kejuaraan Karanganyar Local Heros di jalan depan kantor setda Karanganyar

 

 

KARANGANYAR – 4 Agustus 2018

 

Pemerintah Kabupaten menggelar lomba BMX dan Skateboard tingkat propinsi Jawa Tengah. Bertempat di halaman Kantor Setda, Lomba tersebut diikuti sejumlah atlet dari berbagai daerah. Diantara Semarang, Solo, Wonogiri, Salatiga, dan Karanganyar.

Lomba BMX dan Skateboard sangat menghibur masyarakat Karanganyar dengan aksi atlet-atletnya. Sebab olahraga ekstrem tersebut jarang diberi kesempatan untuk mengadakan event resmi. Aksi-aksinya juga menghibur dan terkadang ‘spot jatung’ karena atletnya terjatuh. Ruas jalan di kantor bupati itu juga dipenuhi pengunjung karena ingin melihat aksi Bashir, atlet skateboard yang masih berusia 11 tahun. “Jika memang jalan ini lay

para pemenang lomba BMX dan Skateboard berfoto dengan bupati Karanganyar, Juliyatmono

ak untuk menggelar event BMX dan Skateboard maka jalan ini akan diperbaiki. Termasuk kami akan menyediakan lampu-lampu dan peralatan skateboard agar Karanganyar lebih hidup lagi,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Dia menambahkan olahraga yang tergolong ekstrem tersebut akan ditata. Termasuk mendatangkan pelatih yang profesional agar atlet di Karanganyar banyak yang muncul. Menurut BUpati ini tantangan untuk anak-anak muda. “Akan kami fasilitasi agar pemuda berolahraga dan berkegiatan secara positif. Pemkab Karanganyar akan terus memberikan ruang untuk pemuda agar tidak terjurus ke dalam hal-hal yang negatif,” imbuhnya.

 

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Dan Pemuda Dan Olahraga, Titis Sri Jawoto mengatakan event Karanganyar Local Heros BMX dan Skateboard ini baru pertama kali diselenggarakan di bumi intanpari. Pihaknya berjanji ke depan, penyelenggaraannya akan diperbaiki untuk lebih baik. Sebenarnya, menurut Titis, Bupati sudah memerintahkan untuk membuat tempat untuk BMX dan Skateboard dua tahun yang lalu di pelataran masjid Agung. Namun ada perubahaan struktur oragniasi perangkat daerah sehingga ada sejumlah hal yang harus disesuaikan. Mudahan-mudahaan tahun ini bisa diberikan tempat untuk para pemuda yang mencintai BMX dan Skateboard. “Event ini pesertanya dari berbagai darerah yakni Madiun, Ponorogo, Jogjakarta, Pekalongan, Tegal, Solo, Sragen, Wonogiri, Salatiga dan Karanganyar dan jakarta. “Ini pemicu bagi warga Karanganyar untuk menjadikan cambuk agar segera menyesuaikan. Khususnya bidang olahraga BMX dan Skateboard,” imbuhnya.

Sementara salah satu Skateboard dari Karanganyar, Basrallgahito Utomo mengaku senang mendapatkan juara dua. Anak usia 11 tahun ini juga pernah menjuarai kejuaraan di Malang. Hanya saja dia tidak ingat nama kejuaraan tersebut.  Basrall mengaku memainkan skateboard sejak usia 10 tahun. “Awalnya saya melihat di Manahan. Saya tertarik dan mengikuti. Sedangkan ayah saya awalnya menolak, namun lama kelamaan ayah setuju dengan olahraga ini,” imbuhnya.(hr)