Bangun Integritas Dengan Kepercayaan Diri dan Kejujuran

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan pencerahaan kepada siswa siswi SMA 1 Mojogedang

KARANGANYAR – 1 Agustus 2018

SMA 1 Mojogedang, Karanganyar didatangi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Rabu siang (1/08). Kedatangan orang nomor satu di Jawa Tengah itu meminta SMA ditengah sawah itu untuk membangun integritas melalui kepercayaan diri dan kejujuran. Sebab jika tidak jujur sekali, maka orang tidak akan percaya selamanya.

“Sekali lancung ke ujian, …” ungkap Ganjar sambil meminta siswa meneruskan peribahasanya tersebut.

Seorang siswa yang bernama Riza dari kelas 10 IPA 2 maju. “Sekali lancung ke ujian, seumur hidup tidak akan dipercaya orang,” ungkap siswa dari alastuwo, Kecamatan Kebakkramat tersebut. Kemudian Riza, diminta Gubernur untuk membuat satu peribahasa lagi. Beberapa saat kemudian, Riza menyebutkan peribahasa berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian. Namun saat ditanya soal arti berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian, Riza bingung. Oleh Ganjar, Riza diminta tanya kepada guru Bahasa Indonesia. Setelah balik di sebelah Gubernur dan ditanya lagi, Riza masih bingung jawab arti dari peribahasa yang diucapkannya sendiri itu. Kemudian dia kembali bertanya lagi. “Berakit-rakit ke hulu, berenang kemudian itu artinya  Bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian,” beber Riza.

Ganjar mengatakan saat dirinya sekolah sekali menjawab salah. Dia dihukum dengan diminta untuk menulis 100 kali.  Dengan cara begitu akan terus teringat selamannya. Dia menambahkan pendidikan bisa berhasil sukses harus ada kejujuran didalamnya. Siswanya rajin belajar, guru memfasilitasi dan wali murid mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai, wali murid tidak tahu anaknya bergaul dengan siapa. “Tahu-tahu pulang mabuk karena terkena narkoba dan orang tidak tahu. Apalagi dikasih paham radikal orang tua tidak tahu. Saya meminta wali murid aktif mengawasi anaknya,” ujar Ganjar Pranowo.

Menurutnya membangun Integritas itu susah. Contohnya, mau naik jabatannya, membayar sejumlah uang dan itu sudah tidak zamannya lagi. Semua akan pakai tes untuk menduduki jabatan. Sehingga yang terpilih adalah mereka yang terbaik. Hal itu yang akan terus dilakukan. Bahkan, KPK memberikan penghargaan kepada Jawa Tengah karena rutin melaporkan grativikasi. “Pastikan tidak ada lagi setor-setor dan semua transparan,” imbuhnya.

Di pengujung Ganjar mengajar, Orang nomor satu di Jawa Tengah bertanya tentang status tanah SMA 1 Mojogedang. Status tanah memang sudah milik SMA 1 Mojogedang namun belum selesai kepengurusannya. Sebab, pemilik tanah masih kurang Rp 40 juta. “Saya memberikan waktu 1 bulan kepada kepala sekolah untuk menyelesaikan soal sertifikat tanah. Proses balik nama dari seseorang kepada sekolah. Dengan demikian, bantuan akan dapat diberikan kepada SMA 1 Mojogedang,” imbuhnya. (hr/yg)