Sekda Inginkan Karanganyar Memiliki Jajanan Kuliner Yang Khas

Diskminfo
Sekda Karanganyar Drs. Samsi, Msi yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar hadir dalam acara Forum Group Discussion bersama STIE AUB & Pemkab Karanganyar didampingi Kepala Disparpora dan Kepala Baperlitbang, Ketua Yayasan STIE AUB dan Rektor AUB di Ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar, Senin(30/07)

Karanganyar, 30 Juli 2018

Forum Group Discussion STIE AUB Surakarta dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar tentang Model Strategi Penguatan Daya Saing Industri Kreatif Pariwisata Bernilai Kearifan Lokal diselenggarakan di Ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar pada, Senin(30/07).

Dr. Agus Utomo ketua STIE AUB dalam pidato sambutanya menyampaikan, standar nasional penelitian. Memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha. Eti indriyani Rektor STIE AUB sendiri melakukan penelitian selama 2 tahun. Assesment menggali permasalahan dan harapan masyarakat,  penguatan daya saing. Kebijakan atau hipotesis dalam rangka penguatan daya saing industri. Harapan agar mampu memberikan peran kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam menjalankan kewajiban. Kami yakin manakala sering dicarikan solusi dan dikomunikasikan pasti akan jauh lebih baik.

Hadir mewakili Bupati Karanganyar yaitu Sekda Karanganyar Drs. Samsi, Msi yang didampingi oleh Kepala Disparpora dan Kepala Baperlitbang Karanganyar. Dalam pidato sambutannya menjelaskan bahwa penataan infra ditambah menciptakan 10.000 wirausaha mandiri dan komitmen pengembangan pariwisata 5-10 tahun lalu beda. Penataan diberi tenda seragam gratis. Diberikan gerobak gratis. Ditambah di taman pancasila. Ditambah sabtu dan minggu pagi.  Itulah pemberdayaan ekonomi.

Pertanyaannya pelaku usaha wong Karanganyar atau sebelah. Ekonomi tumbuh. Ngaryoso juga sama. 3-4 tahun luar biasa rame. Geser yang di Tawangmangu Karanganyar dipacu ada Fly Over di palur. Di Tawangmangu malam hari naik ke pasar Tawangmangu. Lihat perkembangan di palur sudah seperti di Jakarta sebagai akses Pintu utama Karanganyar.

Masyarakat Karanganyar pantas bersyukur. Diskusi ini, Saya beri PR 2 harus rampung. Saya sudah mau pensiun desember belum ketemu rumus. “Makanan khas kra apa?”  Kemasan packing dibikin bagus. Ditanya oleh2 khas kra apa. Bingung. Apa yg mau dibaktikan di Karanganyar. Souvenir khas Karanganyar. Ini pekerjaan rumah. Pak Titis saya kasih pekerjaan rumah. Dilombakan monggo, makanan tidak usah bertele-tele sik penting dodolan kui kabeh.  Ada rekayasa khusus. Ini peluang. Siji wae di boomingkan. Tahan lama, aroma jelas, lokal ada. Pembinaan sampai kualitas rasa kemasan.

Rektor STIE AUB Ety Indriyani, Penelitian strategis nasional. Harapannya nanti kalau model ini bisa diterapkan di daerah lain. Dibiayai di riset dan pengabdian masyarakat Kemenristek dikti 2018/2019. Diuji reviewer Nasional. Strategisnya harus ada spesifik. Ditangkap sektor pariwisata. Ekonomi kreatif adalah sektor yg maju. Masalahnya dua itu tidak jalan bareng. Pdb nas 10persen untuk pariwisata.

Ekonomi kreatif dari 2015 sejumlah 7.38 persen. Sub sektor ekonomi kreatif: kuliner, fashion, kriya bisa diaplikasikan ke sektor pariwisata. Pariwisata tanpa kuliner itu ampang. Bernilai kearifan lokal semua bahan harus tersedia di lokal. Arahnya pengembangan produk daerah dan berbasis bahan lokal, kemampuan wirausaha tinggi. Ngargoyoso, Tawangmangu, Karangpandan, Matesih. Klaster mbangun Makuthoromo. Pendekatan klaster. Bahan baku ada, proses diharapkan baik berkualitas, pasar diperluas bisa dikembangkan pada ekonomi lokal. Peran stakeholder pemerintah sangat berpengaruh besar demi suksesnya hal tersebut.

Demikian Diskominfo(Ardi)