Doakan Leluhurnya, Warisi dan Hayati Semangat Perjuangnya

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan dalam acara rasulan sedekah bumi di sendang Bejen, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang, Jumat (20/07)

 

KARANGANYAR – 21 Juli 2018

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mewanti-wanti untuk tidak meminta sesuatu pada petilasan Raden Mas Said di Sendang Bejen Dusun Gawe, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang. Jika memang meminta hendaknya kepada Allah SWT. Sedangkan sedekah bumi ini untuk membantu atau berbagi sesama masyarakat setempat karena hasil buminya yang baik.

“Saya menyambut baik acara rasulan kirab petilasan Raden Mas Said di sedang Bejen, Desa Mojoroto ini. Sing penting aja njaluk atau meminta sesuatu kepada raden masa said, punden, wit-witan di sekitar sendang ini. Namun kepada Allah sajalah jika kita meminta,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam kirab budaya di Sedang Bejen, Desa Mojoroto, Mojogedang Jumat kemarin (20/07)

Atas nama pemerintah kabupaten, Juliyatmono menyambut baik acara kirab budaya bersih desa di sendang Bejen, Desa Mojoroto ini. Semoga pertemuan warga ditempat ini menjadi sarana untuk terus meningkatkan guyub rukun dan kebersamaan antar warga. Doakan para leluhur, semoga arwahnya diampuni. Pihaknya berharap acara ini dipergunakan untuk menyemangati perjuangan raden mas Said dalam melawan penjajah. “Perjuangan Raden Mas Said itu penuh dengan keprihatinan dan pengorbanan yang luar biasa. Lha, semangat keprihatinan dan pengorbanan itu dijadikan pemacu kita semua jika ingin menjadi sukses, harus prihatin, harus berdoa dan penuh dengan perjuangan” imbuhnya.

Sementara tumpeng yang disajikan dan sedekah makanan dari masyarakat, menurutnya itu harus diniatkan sebagai rasa syukur. Sebab hasil panennya telah baik dan bagus. Pihaknya berharap masyarakat setempat untuk terus memperbaiki dan membenahi sarana di sedang Bejen tersebut. Jika sudah bagus, maka akan banyak wisatawan atau pengunjung yang datang ke sendang Bejen. “Klau banyak kunjungan ke sendang Bejen maka kesejahteraan penduduk akan meningkat. Ada tukang parkirnya, ada warung makanannya yang semua kecipratan rejeki dari pengunjung,” tambahnya

Sementara Kades Mojoroto, Trimanto mengatakan petilasan Raden Mas Said di Dusun Dawe, Desa Mojoroto, Mojogedang bukan sekadar tempat penyelenggaraan ritual kejawen, melainkan destinasi wisata minat khusus yang menarik dikunjungi. Di lahan berukuran 3 ribu meter persegi itu, tersedia taman swafoto, sendang dan kuliner khas. Di petilasan itu diselenggarakan sekedah bumi. “Seluruh warga dusun berkumpul di sendang tersebut dengan membawa ubo rampe utama berupa nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauk dan buah yang dimasukkan tandu. Kaum wanita juga membawa sama, namun di bungkusan lebih kecil. Ubo rampe itu dikirab dari rumah masing-masing dengan dipimpin sesepuh. Setelah didoakan, warga saling bertukar makanan. Sebagian langsung menyantapnya,” tambah Trimanto. (hr)