Industri Kreatif Karanganyar Siap Pasarkan Produk Secara Online

Kepala DInas Pariwisata, Titis Sri Jawoto memberikan pemaparan tentang industri kreatif di Karanganyar pada Bekraf Digital Enterprenership di Hotel Nava Tawangmangu

 

KARANGANYAR – 24 Juli 2018

 

Pelaku industri kreatif di Karanganyar bersiap memasarkan produknya secara online. Sebab market atau pasaran akan lebih luas dan cepat. Apalagi saat ini era digital yang memabut produk UMKM lebih cepat dimengerti dan dipesan.

“Ini peluang industri kreatif di Karanganyar untuk memasarkan produknya secara online. Kami akan memfasilitasi cara dan kemasan secara online agar produk-produk itu cepat dikenal,” ujar deputi Infrastuktur Badan Ekonomi Kreatif, Budi Santoso wokrshop Bekraf Digital Enterpreners

Para pelaku usaha kreatif di Karanganyar mengantri untuk mengikuti workhsop di hotel Nava Tawangmangu

hip di Hotel Nava, Tawangmangu (24/07)

Dia menambahkan ada tiga sub sektor yang potensial di Karanganyar untuk dionlinekan. Yakni seni pertunjukkan, Kria (Wayang dan batik) dan Kuliner. Jika hanya memasarkan produknya secara online maka pembelinya hanya sekitar rumah anda saja. Namun jika dionlinekan maka pasaran atau pembeli dari belahan dunia. Bahkan, bisa sampai luar negeri. “Di Jepang, industri kreatif mampu menggungguli sektor transportasi. Yang kita tahu, film animasi di Jepang sangat mendominasi sehingga Karanganyar diharapkan bisa mampu bersaing dengan Jepang,” imbuhnya.

Sementara Anggota Komisi X DPR RI, Laila Istiana Diana Safitri mengaku Karanganyar memang potensial dengan industri kreatifnya. Bahkan, yang hadir di wokrshop Bekraf Digital Enterprenership di Hotel Nava, Tawangmangu adalah 98 persen UMKM. Sehingga pihaknya yakin, pelaku ekonomi kreatif di Karanganyar siap untuk online. “Disini nanti kita memberikan fasilitas pengetahuan pengemasan dan memasarkan produk secara online. Saya yakin, produk Karanganyar siap mendunia,” imbuhnya.

Dia menambahkan kehadiran workshop ini untuk menumbuhkambangkan industri kreatif di Karanganyar. Selain Sragen, Karanganyar harus mencari target utama pembangunan dibidang ekonomi kreatif. Salah satunya adalah seni pertunjukkan. Tari gambyong sudah muncul di depan presiden tetapi jika dikemas secara online akan lebih mendunia. “Yang penting strategi dan cara pencapainnya. Bagaimana bekerjasama dengan produknya kita disukai,” tambahnya.

Sementara Kepala Disparpora, Titis Sri Jawoto mengatakan menyambut baik acara tersebut. Pihaknya menyambut baik kehadira BE KRAF ke Karanganyar untuk membantu industri kecil lebih moncer lagi. Ditambah punya daya saing yang kuat sehingga potensial untuk ekspor ke luar negeri. (hr/Dnk)