Camat, Kades harus “Greteh” Sosialisasikan BPJS Kesehatan

Sambutan dan pengarahan Bupati Karanganyar dalam acara sosialisasi BPJS

Karanganyar, 23 Juli 2018

Pada sambutan yang disampaikannya pada acara Sosialisasi Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional Jumat, 20 Juli 2018 di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menginstruksikan supaya Camat, Kades/Lurah greteh  mensosialisasikan perihal BPJS Kesehatan.  Sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 dan Instruksi Bupati Karanganyar Nomor 440/2 Tahun 2018 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional semua warga masyarakat Indonesia harus memiliki BPJS Kesehatan pada akhir tahun 2018.

“Camat, Kades/Lurah untuk mensosialisasikan kepesertaan BPJS Kesehatan karena masih banyak yang belum memiliki. Undang-undang mewajibkan semua penduduk memiliki jaminan kesehatan. Silahkan pilih kelas sesuai kemampuan masing-masing.  Warga supaya digretehi  supaya ikut menjadi peserta. Kalau sakit biaya ditanggung, karena orang sakit biayanya mahal. Himbau supaya warga masyarakat ikut secara mandiri, bayar sendiri sesuai kemampuan. Saya berharap derajad kesehatan makin meningkat” ungkap Juliyatmono.

Kepala BPJS Kesehatan Karanganyar, Purwono  menyampaikan bahwa cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Karanganyar pada 31 Juni 2018 baru 67,84% dari total jumlah penduduk. Oleh karenanya diperlukan peran serta Camat, Kades/Lurah untuk mensosialisasikan hal ini kepada warga masyarakat di wilayahnya.  Sesuai Instruksi Bupati Nomor 440/2 Tahun 2018 Lurah/Kades harus melaporkan hasilnya kepada Bupati melalui Camat paling lambat            20 Agustus 2018, sedangkan Camat melaporkan kepada Bupati paling lambat 31 Agustus 2018. Untuk keperluan ini BPJS Kesehatan sudah menyiapkan surat himbauan kepada warga tentang syarat-syarat dan cara mendaftar serta besaran iuran.

Dalam forum tersebut ada salah seorang Lurah yang menanyakan tentang pasien yang dipaksa pulang padahal belum sembuh sehingga mengakibatkan kematiannya. Menurut keluarga pasien, mereka diminta membawa pasien pulang karena sudah seminggu di rumah sakit.  Pasien diminta pulang lebih dahulu, nanti bisa daftar kembali masuk rumah sakit besoknya.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Kesehatan, Cucuk Heru Kusuma  menyampaikan bahwa masukan-masukan seperti ini sangat  berguna untuk  pembinaan dan pengawasan selanjutnya. Cucuk menyarankan apabila ada kejadian seperti ini hendaknya segera dilaporkan ke pihak BPJS atau Dinas Kesehatan sehingga tidak tertunda terlalu lama. Demikian Diskominfo. (krs/adt).