Warga Blorong Sumringah, TMMD Sengkuyung Perbaiki Jembatan

Diskominfo
Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan di acara TMMD Desa Blorong Jumantono, (10/07)

 

KARANGANYAR – 10 Juli 2018

Warga Blorong, Kecamatan Jumantono tersenyum lebar. Sebab jembatan yang menghubungkan Bolong, Karanganyar Kota dengan Blorong, Kecamatan Jumantono bakal diperbaiki dan diperkuat. Soalnya, jembatan yang memperpendek menuju Karanganyar kota tersebut kondisinya sudah terlihat retak-retak dan membahayakan warga.

“Kami sangat senang dengan kehadiran TMMD Tahap II dari Kodim 0727 Karanganyar. Setidaknya kami terbantu dengan pembangunan jembatan vital tersebut,” papar Camat Jumantono, Sundoro Budi Karyanto disela-sela menamani bupati Karanganyar mengujungi lokasi TMMD.

Dia menambahkan pembangunan jembatan itu dengan panjang 9 meter dan lebar 4 meter. Diperkirakan dana yang dibutuhkan sekitar Rp 300 juta dan swadaya masyarakat sudah Rp 80 juta. Menurutnya, masyrakat sangat terbantu dengan kehadiran program TMMD. “Masyarakat setempat sudah semangat terbantu dengan pembangunan jembatan tersebut,” imbuhnya.

Sementara sambutan Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dihadapan peserta TMMD, mengatakan TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga betapa pentingnya gotong royong dalam membangun bangsa. Semua bahu membahu memberikan sumbangan pikiran, ide dan gagasan, sumbangan tenaga dan ketrampilan. “Membangun jalan dan jembatan bebarengan. Sudah banyak yang temoto dan sangat membantu aksesibilitas masyarakat untuk mereka yang akan bekerja bersekolah dan beribadah, berkegiatan sosial dan aktivitas lainya,” ujarnya.

Kemudian, BUpati Karanganyar mengatakan program TMMD juga memugar RTLH, membangun jambanisasi atau sanitasi. Sangat baik untuk meningkatkan derajad kehidupan masyarakat yang lebih layak dan sehat. Belum lagi upaya-upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan. Ini luar biasa di tengah upaya kita mengatasi persoalan kemiskinan Jawa Tengah angkanya masih cukup tinggi yaitu 12,23 persen pada tahu 2017.

         

Juliyatmono menambahkan tidak ketinggalan upayanya untuk terus mengedukasi masyarakat tentang nasiolisme, tentang ancaman terorisme dan radikalisme, serta bahaya narkoba, khususnya para pemuda generasi penerus bangsa. Para pemuda dan anak-anak bangsa harus terus dibangun karakternya, tidak individualiasi, hedonis dan apatis. Tetapi menjadi generasi yang mempunyai karakter milenial yang baik, toleran, berjiwa sosial, peduli terhadap lingkungan dan menjungjung tingga kebenaran dan kejujuran. “Generasi muda yang akrab dengan tehnologi komunikasi dan informasi ini harus dijauhkan dari hoox, hatte speech, bully serta dibetengi dengan nilai nilai pancasila, pengetahuan dan agama,” tambahnya.

(hr/ard)