Tak Bisa Datang, Tapi Terima Penghargaan

Sekda Karanganyar, Samsi memohonkan pamit Bupati Karanganyar karena tidak bisa hadir dalam pengajian akbar yang digelar Jumat Malam (06/06). Namun ketidakdatangan itu karena Bupati menerima penghargaan Satya Lencana dibidang Kependudukan di Menado Sulawesi Utara

KARANGANYAR – 6 Juli 2018

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menerima penghargaan tertinggi berupa Anugerah Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan Bidang Kependudukan keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Menado, Sulawesi Utara Jumat malam (06/06). Penghargaan tertinggi itu diserahkan dalam puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV 2018 oleh Menteri Koordinator Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.

“Kami memohonkan pamit bapak bupati Karanganyar tidak bisa hadir dalam pengajian Pangayubagyo Keberangkatan Jamaah calon haji kabupaten Karanganyar malam ini. Namun hari ini Beliau menerima penghargaan tertinggi satya lencana Bidang Kependudukan keluarga berencana,” papar Sekda Samsi saat memberikan sambutan dalam pengajian Akbar pengayubayo pemberangkatan haji di halaman parkir rumah sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar.

Menurut Samsi yang mendapatkan penghargaan tersebut hanya Karanganyar dan Brebes. Tentu ini salah satunya bekerjasama dengan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar. Dia meminya jajaran rumah sakit untuk tidak melayani orang sakit saja. Namun demikian, juga membuka konsultasi psikologi. “Saya juga berdoa bagi jamaah calon haji akan berangkat utuh, pulang juga utuh. Semoga diberikan selalu kelancaraan dan kemudahaan oleh Allah SWT,” imbuhnya.

Sementara Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Samsuri mengatakan pengajian akbar ini memang setiap tahun diselenggarakan. Menurutnya, semogaa jamaah haji diberikan kelancaran dan kemudahaan selama menenuikan rukun islam ke lima tersebut. “Semoga semua mabrur semua dan meminta tolong rumah sakit KPU dan PDM muhammadiyah diberikan kelancaran dalam melayani umat,” imbuhnya.

Dia menambahkan yang datang ini bukan hanya warga muhammadiyah akan tetapi seluruh warga masyarakat karanganyar. Sekaligus menjalin ukhawah dan menyambung silaturahmi.”Menjalin ukhawah semua elemen masyarakat untuk memajukan Karanganyar lebih baik,” imbuhnya.

Sementara Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr H Yunahar Ilyas menambahkan problem jamaah haji bukan pada pelayanan akan tetapi daftar tunggu. Problem masa tunggu di Indonesia sangat lama. Dahulu sempat dikurangi namun sudah dikembalikaan seperti semula. Harusnya, pemerintah melakukan upaya untuk menambah kuota calon jemaah haji. “Selain itu, bisa melobi pemerintah yang mendapatkan kuota jemaah haji namun belum terpakai seperti Philipine. Juga memberikan kesempatan bagi calon jamaah haji yang belum,” imbuhnya. (hr)