IAIN Surakarta Kirim Mahasiswanya KKN di Bumi Intanpari.

diskominfo
Bupati Karanganyar Juliyatmono (baju putih berpeci) beserta Rektor IAIN Surakarta poto bersama peserta KKN IAIN Surakarta Tahun 2018, Rabu Siang (4/7)

Karanganyar – IAIN Surakarta menerjunkan mahasiswanya sejumlah 1.465 orang untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bumi Intanpari, Rektor IAIN Surakarta Dr. Mudhofir menyerahkan secara langsung mahasiswa IAIN semester 6 tersebut yang akan disebar di 7 kecamatan kepada Bupati Karanganyar Juliyatmono di Gedung Wanita Karanganyar, Rabu Siang (04/07).

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya sekaligus pembinaan mengajak mahasiswa IAIN Surakarta menjadi agen perubahan di daerah. Dengan mengambil tema KKN transformatif berbasis masjid, diharapkan peran serta mahasiswa IAIN Surakarta dalam mengembalikan masjid berfungsi sebagaimana masjid pada umumnya, yakni menyejukan dan menentramkan umat.

“Mahasiswa IAIN Surakarta adalah calon pempimpin, generasi kedepan yang kuat iman, luas wawasan, bergaul tapi rendah hati, dan menguasai teknologi”, kata Juliyatmono

Untuk itu, Kabupaten Karanganyar bangga dan ikut berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan dan mengembangkan potensi daerah dengan membuka akses kepada perguruan tinggi yang akan mengadakan KKN di wilayah Bumi Intanpari. Bupati pun menjamin akan menerima langsung mereka (peserta KKN) yang bersedia melaksanakan KKN di Karanganyar.

Sementara itu, Rektor IAIN Surakarta Dr. Mudhofir mengatakan tujuan dari pelaksanaan KKN ini untuk berpartisipasi dalam membangun daerah terutama di wilayah Kabupaten Karanganyar dan implementasi ilmu yang diperoleh di dalam kampus.

“Jangan pernah mengajarkan paham radikal, IAIN diseluruh Indonesia steril dari paham tersebut dan IAIN menjadi stabilisator politik nasional”, pesan Dr. Mudhofir

Ditambahkan, Dr. Mudhofir mengharapkan mahasiswa IAIN Surakarta mampu mengikuti ketetapan pembangunan nasional sehingga menciptakan harmoni didalam masyarakat Indonesia yang beragam. Dalam menjalankan KKN yang akan berlangsung selama 1 (satu) bulan ini, diharapkan mampu bersinergi dengan program pembangunan desa dan wajib menjalin komunikasi yang baik antara Camat, Kepala Desa dan aparaturnya serta masyarakat sekitar dalam mengimplementasikan pembangunan di daerah. Demikian Diskominfo (ad/dn)