PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI DI KABUPATEN KARANGANYAR Bulan Mei 2018 inflasi 0,02 persen

Secara umum pada bulan Mei 2018, perkembangan harga berbagai komoditas di
Kabupaten Karanganyar mengalami kenaikan, meskipun tidak terlalu signifikan. Hal
ini di tunjukkan oleh angka inflasi yang terjadi pada periode tersebut sebesar 0,02
persen dengan IHK 129,32, lebih tinggi dari pada bulan April 2018 yang mengalami
deflasi 0,05 persen dengan IHK 129,30. Inflasi terjadi terutama disebabkan karena
adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya IHK pada kelompok
pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,25 persen; kelompok makanan jadi,
minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,11 persen; kelompok kesehatan 0,10 persen;
dan kelompok sandang 0,02 persen. Sedangkan yang mengalami deflasi adalah
kelompok bahan makanan sebesar 0,09 persen dan kelompok perumahan, air, listrik,
gas dan bahan bakar 0,05 persen.

Pada periode Mei 2018, tiap kelompok komoditi memberikan andil inflasi sebagai
berikut : Kelompok bahan makanan -0,02 persen; kelompok makanan jadi, minuman,
rokok dan tembakau 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan
bakar -0,01 persen; kelompok sandang 0,00 persen; kelompok kesehatan 0,01 persen;
kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,02 persen; dan kelompok transportasi,
komunikasi dan jasa keuangan 0,00 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan Mei 2018 antara
lain daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, kacang panjang, cabai hijau, roti
tawar, buku tulis bergaris, lele, buncis, tomat sayur, alpukat, ketimun, salak, emping
mentah, daging ayam kampung, kemiri dan sebagainya.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain bawang
putih, cabai merah, beras, cabai rawit, kentang, pasir, terong panjang, labu
siam/jipang, wortel, kol putih/kubis, sirop dan sebagainya.

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

  1. Bahan Makanan Kelompok bahan makanan pada bulan Mei 2018 mengalami deflasi 0,09 persen dengan angka IHK 144,67, jauh lebih rendah dari deflasi bulan April 2018 sebesar 0,89 persen dengan angka IHK 144,79. Dari 11 sub kelompok penyusun kelompok bahan makanan, 7 sub kelompok mengalami inflasi, dan 2 sub kelompok mengalami deflasi. Sub kelompok pemberi andil deflasi terbesar adalah Sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 0,24 persen dengan angka inflasi -9,42 persen. Sedangkan pemberi andil inflasi terbesar adalah sub kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 0,10 persen dengan angka inflasi 4,47 persen. Kemudian diikuti oleh sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya dengan andil inflasi sebesar 0,07 persen dan angka inflasi 2,51 persen. Secara keseluruhan pada bulan Mei 2018, kelompok komoditi bahan makanan memberikan andil inflasi sebesar -0,02 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga selama Mei 2018 antara lain : bawang putih, cabai merah, beras, cabai rawit, kentang, terong panjang, labu siam/jipang, wortel, kol putih/kubis dan sebagainya. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, kacang panjang, cabai hijau, lele, buncis, tomat sayur, alpukat, ketimun, salak, emping metah, daging ayam kampung, kemiri, kakap merah dan sebagainya.
  2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok Dan TembakauKelompok ini pada Mei 2018 mengalami inflasi 0,11 persen dengan angka IHK 128,09, lebih rendah dibandingkan bulan April 2018 yang mengalami inflasi 0,30 persen dengan angka IHK 127,95. Dari 3 sub kelompok penyusunnya, dua mengalami perubahan angka IHK, satu inflasi dan satu deflasi. Andil inflasi diberikan oleh sub kelompok makanan jadi sebesar 0,02 persen dengan angka inflasi 0,19 persen. Sedangkan deflasi terjadi pada sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,08 persen dan tidak mampu memberikan andil deflasi yang signifikan (0,00 persen). Secara keseluruhan, pada bulan Mei 2018, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditas utama yang memberikan sumbangan inflasi ( mengalami kenaikan harga) antara lain roti tawar, wafer dan sebagainya. Sedangkan penyumbang deflasi adalah komoditas sirup.
  3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

    Kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar pada bulan Mei 2018 mengalami deflasi 0,05 persen dengan angka IHK 134,64. Karena deflasi dari bulan sebelumnya, otomatis, angka IHK bulan Mei 2018 lebih rendah dari angka IHK bulan April 2018 sebesar 134,71, yang mengalami inflasi 0,04 persen terhadap bulan Maret 2018. Dari 4 sub kelompok penyusun kelompok ini, dua sub kelompok mengalami perubahan IHK, ada yang inflasi dan ada yang deflasi. Deflasi terjadi pada sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,12 persen dan mampu menyumbangkan andil sebesar 0,01 persen. Sedangkan inflasi terjadi pada sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,05 persen dan tidak mampu memberikan andilnya secara signifikan. Secara keseluruhan, pada bulan Mei 2018, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil inflasi -0,01 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain pasir. Sedangkan yang mengalami kenaikan harga antara lain sabun cair/cuci piring.

  4. S a n d a n g

    Pada bulan Mei 2018, kelompok sandang mengalami inflasi 0,02 persen dengan angka IHK 122,46, lebih rendah dibandingkan inflasi bulan April 2018 sebesar 0,28 persen dengan angka IHK 122,44. Dari 4 sub kelompok yang ada, hanya 1 yang mengalami perubahan IHK dan inflasi. Yaitu, Sub kelompok sandang anak-anak sebesar 0,08 persen dengan andil inflasi 0,00 persen. Secara keseluruhan, kelompok sandang tidak emmberikan andil inflasi yang signifikan (0,00%) karena memang angka inflasi yang terjadi sangat rendah (0,02 %). Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain pampers.

  5. K e s e h a t a n

    Pada bulan Mei 2018, kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,10 persen dengan angka IHK 118,33, lebih rendah dari pada inflasi bulan April 2018 sebesar 0,22 persen dengan angka IHK 118,21. Dari 4 sub kelompok yang ada, hanya 2 sub kelompok yang mengalami perubahan IHK dan semua inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok obat-obatan sebesar 0,33 persen dengan andil 0,00 persen. Kemudian diikuti oleh sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetik yang mengalami inflasi 0,13 persen dengan andil juga 0,00 persen. Kombinasi dari 2 inflasi tersebut menyebabkan kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,10 persen dengan andil sebesar 0,01 persen. Komoditas penyusun kelompok ini, yang menngalami kenaikan harga antara lain obat batuk, obat gosok, deodorant, sabun wajah dan sebagainya.

  6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

    Pada bulan Mei 2018, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga mengalami inflasi 0,25 persen dengan angka IHK 112,53, berkebalikan dengan bulan April 2018 yang mengalami deflasi 0,05 persen dengan IHK 112,24. Dari 5 sub kelompok penyusun kelompok ini, 1 diantaranya mengalami perubahan IHK dan inflasi. Sub kelompok tersebut adalah sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan yang mengalami inflasi 1,74 persen. Dengan angka inflasi sebesar itu, sub kelompok ini mampu memberikan andil inflasi 0,02 persen, karena memang komoditas yang menjadi penyebab inflasi memiliki nilai komsumsi yang cukup tinggi. Di tingkat kelompok komoditas, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga, pada bulan Mei 2018, mengalami inflasi 0,25 persen dengan andil 0,02 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain buku tulis.

  7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

    Pada bulan Mei 2018, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan angka IHK dari bulan lalu (angka inflasi 0,00 persen). IHK tetap di angka 121,03. Jika kita lihat di tingkat sub kelompok pun terlihat bahwa masing-masing mengalami inflasi 0,00 persen. Dari angka-angka tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa selama bulan Mei 2018, harga-harga barang/jasa penyusun kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan relatif stabil, tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnnya.

     

    Lampiran 1. Tabel Perubahan Indeks Harga Konsumen dan Andil Inflasi Bulan Mei 2018 (Tahun 2012=100)

     

    • Pada bulan Mei 2018, di Kabupaten Karanganyar terjadi inflasi 0,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 129,32. Sedangkan Laju inflasi tahun kalender (Mei 2018 terhadap Desember 2017) dan laju inflasi ”year on year” (Mei 2018 terhadap Mei 2017) sebesar 1,28 persen dan 2,41 persen.

       

    • Inflasi terjadi terutama disebabkan karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya IHK pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,25 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,11 persen; kelompok kesehatan 0,10 persen; dan kelompok sandang 0,02 persen. Sedangkan yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,09 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen.

       

    • Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, kacang panjang, cabai hijau, roti tawar, buku tulis bergaris, lele, buncis, tomat sayur, alpukat, ketimun, salak, emping mentah, daging ayam kampung, kemiri dsb.
    • Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain bawang putih, cabai merah, beras, cabai rawit, kentang, pasir, terong panjang, labu siam/jipang, wortel, kol putih/kubis, sirop dsb.

       

    • Pada bulan Mei 2018, inflasi nasional sebesar 0,21 persen dengan IHK 132,99 dan di Provinsi Jawa Tengah terjadi deflasi 0,01 persen dengan IHK 130,92.

       

    • 6 kota SBH di Jawa Tengah mengalami inflasi sebagai berikut : cilacap -0,08 persen; Purwokerto 0,01 persen; Kudus 0,14 persen; Surakarta 0,04 persen; Semarang -0,09 persen dan tegal 0,24 persen