667 TPS di Karanganyar Rawan Bermasalah

 

Ketua Panwaslu Karanganyar Kustawa Esye dan Sekda Samsi memimpin rapat pemetaan TPS rawan di kantor sekretariat Panwaslu Karanganyar, Sabstu 23 Juni 2018

 

KARANGANYAR – 23 Juni 2018

 

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Karanganyar mensinyalir ada 667 Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan masalah. Masalah yang dimaksud Panwaslu ada 15 macam (indikator) yang hampir semua kecamatan berpotensi. 15 indikator itu adalah terdapat pemilih yang memenuhi syarat tapi belum terdaftar dalam DPT, terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat tapi terdaftar dalam DPT, pemilih disabilitas, terdapat aktor politik uang, terdapat relawan bayaran pasangan calon di TPS, petugas KPPS mendukung pasangan calon tertentu dan ketua dan seluruh anggota KPPS tidak mengikuti bimbingan teknis.

“Pemetaan kerawanan ini menyusun langkah strategis untuk upaya pencegahaan dari 15 indikator yang ada. Termasuk sebagai langkah perbaikan untuk mengurangi terjadinya potensi pelanggaran pada saat pemungutan suara,” papar Ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa Esye dalam rapat di aula kantor Panwaslu Kabupaten Karanganyar, (23/06).

Rapat yang dipimpin ketua Panwaslu itu juga dihadiri oleh Sekda Kabupaten Karanganyar, Samsi, Kepala Kesbangpolinmas Agus Cipto Waluyo, Kepala Satpol PP Kurniadi Mulato, KPU, Diskominfo dan jajaran terkait. Menurut Kustawa pendataan  TPS rawan ini akan disampaikan ke stakeholder terkait Pemilukada. Supaya dijadikan upaya pencegahan dini pada saat pencoblosan tanggal 27 Juni mendatang sesuai tugas pokok dan fungsi-masing-masing stakeholder. “Yang menjadi perhatian peserta rapat adalah soal ketidaknetralan KPPS dan petugas pemungutan suara ada yang belum mengikuti bimtek. Meski demikian, ini sebagai upaya dini agar tidak terjadi masalah pada penyelenggaran pemilu bupati tahun 2018 ini,” imbuhnya.

Sementara Sekda Samsi mengajak semua masyarakat Karanganyar untuk menggunakan hak pilih. Pihaknya meminta masyarakat jangan sampai golput atau tidak memilih. Di sisi lain, persiapan KPU sudah baik dan pihaknya akan melakukan pengecekan distribusi surat suara. “Kita akan akan cek langsung terkait pendistribusian langsung. Guna memastikan penyelenggaraan pilkada berlangsung dengan aman, tertib dan lancar,” imbuhnya. (hr)