Pjs Bupati : Jaga Terus Kebersamaan dan Kerukunan

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Raharjo memberikan sambutan pada saat Tarling di Desa Paseban, Kecamatan Jumapolo Senin malam (04/06)
Pjs Bupati Karanganyar memberikan bantuan sarana ibadah bagi masjid Ummu Salamah
Pjs Bupati Karanganyar meminta anggota patwal untuk memberikan bantuan kepada bidan desa

Karanganyar, 04 Juni 2018

Tidak lama lagi, Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahadjo akan mengakhiri  jabatan sebagai bupati Karanganyar dan bakal kembali ke Semarang. Banyak kenangan indah selama kurang empat bulan berlalu. Salah satunya adalah kebersamaan dan kerukunan masyarakat bumi intanpari. Modal kebersamaan ini tidak akan mampu dipecah oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Mari kita jaga terus kerukunan antara pemimpin dan masyarakat, masyarakat dengan masyarakat. Masyarakat desa Paseban menjunjung tinggi gotong-royong, rukun, dan responbility begitu tinggi,” papar Pjs Bupati Karanganyar, Prijo dihadapan ratusan jamaah masjid Ummu Salamah, Dusun Genuk, Desa Paseban, Kecamatan Jumapolo dalam Tarling Senin malam (4/6)

Dia mengucapkan terima kasih kepada danramil, kapolsek, camat, kepala desa  dan masyarakat Desa Paseban yang luar biasa dalam menyambut tim tarling Forkominda. Sambutannya masyarakat sangat luar biasa. Ini membuktikan pemimpin dekat dengan rakyat. “Pemimpin harus tahu nafas rakyatnya. Jika pemimpin sudah dekat dengan rakyat, apa yang menjadi fatma atau keputusan sepanjang untuk kebenaran dan kebaikan pasti akan didukung rakyat,” tambah.

Pada saat memberikan sambutan, tiba-tiba orang nomor satu di Karanganyar melihat anak kecil memegang HP. Spontan, Pjs Bupati mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap tehnologi. Kemajuan tehnologi harus dibentengi dengan iman yang kuat. Jika tidak dibentengi dengan iman maka virus tehnologi akan membuat sesuatu yang tidak baik. “Lebaran sudah dekat, biasanya tarweh di akhir-akhir ini longgar atau sedikit karena lebih suka ke mall. Namun saya melihat di Paseban tetap berjubel. Mari Lebaran tahun ini dihiasi dengan kesederhanaan,” imbuhnya.

Pada saat berbuka puasa, tiba-tiba lampu padam. Hal ini juga menjadi perhatian Pjs Bupati Karanganyar. Secara cepat Danramil menyalakan lampu di sentar di HP. Hal ini membuktikan resposibilty dari seorang danramil luar biasa. “Tanggal 23 Juni nanti saya selesai menjadi Pjs Bupati Karanganyar. Banyak kenangan indah yang hadir selama saya menjabat sebagai bupati Karanganyar,” imbuhnya.

Dia akhir sambutan, Pjs Bupati mengatakan daerah Paseban banyak orang yang merantau. Uang boleh dibawa pulang namun budaya yang tidak sesuai jangan dibawa pulang. Banggalah dengan kebudayaan dari daerah setempat. (hr)