Pemimpin harus Mendoakan Rakyatnya

Karanganyar, 31 Mei 2018

Taraweh Keliling Pjs. Bupati dan Forkompimda serta Kepala OPD Tim I Kabupaten Karanganyar pada  Rabu, 30 Mei 2018 berlangsung di Masjid Al Falaq Dusun Gaden RT 02/08 Desa Mojogedang. Diawali dengan buka puasa bersama di rumah warga dekat masjid tersebut, Pjs. Bupati Prijo Anggoro Budi Raharjo berpakaian koko warna krem yang kontras dengan Forkompimda lainnya yang kebanyakan bernuansa putih.

Camat Mojogedang, Sutrisno menyambut gembira kehadiran Pjs. Bupati dan Forkompimda pada acara Tarling tersebut. Dilaporkan oleh Sutrisno bahwa Kecamatan Mojogedang yang terdiri dari 13 (tiga belas) desa memiliki tempat ibadah 199 masjid, 67 mushola, 14 gereja,  dan 2 pura. Keadaan Kecamatan Mojogedang aman tenteram, kegiatan keagamaan berjalan baik, bahkan kerukunan antar umat beragama juga bisa berlangsung.

Tausiyah pada acara Shalat Tarawih malam itu disampaikan oleh Muhammad Suhud, ayahanda Juliyatmono, Bupati nonaktif. Suhud memberikan petuah bahwa ibadah itu seperti kendaraan. “Kendaraan itu, bagaimana pun bagusnya  kalau sopirnya tidak cakap dan pintar akan mengakibatkan kecelakaan, jelasnya.” Meskipun kendaraannya tidak terlalu bagus, asalkan sopirnya cerdas, onderdilnya sehat kendaraan akan bisa selamat sampai tujuan.

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati, Prijo Anggoro Budi Raharjo menyampaikan bahwa masa jabatannya sebagai Pjs. Bupati akan segera berakhir. Beliau merasa sangat senang bisa berada di tengah-tengah masyarakat Karanganyar. Prijo Anggoro mengatakan, ”Forkompimda hadir di tengah-tengah masyarakat, ini membuktikan bahwa pemimpin dan yang dipimpin itu guyub rukun.”

Prijo mengamati bahwa keadaan di Mojogedang sudah luar biasa, jalan bagus, suasana malam pun terlihat hingar-bingar. Ini semua hasil kerja bersama antara rakyat dan pemimpin.

“Kerukunan bersama harus kita jaga. Inilah kelebihan bangsa Indonesia, ulas Prijo Anggoro.

Prijo Anggora menyinggung apa yang disampaikan oleh Suhud dalam tausiyahnya yang mengajak untuk sekolah dari TK sampai Doktor. “Hakekatnya bagaimana kita berbuat baik untuk kepentingan siapapun. Pemimpin harus mau bergaul dengan rakyatnya. Rakyat pasti setiap hari mendoakan pemimpinnya. ‘Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tuaku, ampunilah dosa para pemimpinku,’ ” ucapnya. Maka dari itu pemimpin juga harus mau mendokan rakyatnya.

Pjs. Bupati juga menyinggung mengenai sanitasi dan kebersihan.

“Kotoran dari buang air besar, buang air kecil di mana berakhirnya? Oleh Tim dari Kabupaten kotoran ini disedot kemudian diolah dan dijadikan pupuk. Untuk proses ini 400 masjid akan dibiayai oleh Baznas. Di Karanganyar ini kebersihan sangat bagus. Ada jambanisasi. BAB sembarangan sudah tidak ada. Ini bukti bahwa kebersihan dan kesehatan di Karanganyar memang bagus dan diutamakan.  Saya merasa bahagia diberi kesempatan menjadi Pjs. di Karanganyar ini. Jalan-jalan sudah bagus, lampu menyala terang bahkan sampai di gang-gang. Inilah kebersamaan yang harus kita jaga terus.. Dalam Pilkada nanti pun, bisa saja kita berbeda pilihan. Perbedaan jangan sampai menjadi masalah,” tandasnya.

Di akhir acara Pjs. Bupati memberikan bantuan kepada takmir masjid, sarana peribadatan, korban bencana, fakir miskin dan kader Posyandu. (kris)