LAWU MUDA, BERGERAKLAH !!!

Oleh: Sofi Gunawan
Anggota Seksi Publikasi/Humas Relawan Karanganyar Cerdas

Masih ingat kasus pengeroyokan pelajar salah satu SMP di kebun karet Kerjo pada Pebruari yang lalu? Viral di media sosial, menuai ribuan komentar. Bagus? Boro-boro dapat pujian, isinya kecaman. Kalau ingin tenar, kondanglah dengan cara yang baik. Ini amat disayangkan, usia belia, teramat muda, bukan karya untuk bangsa atau minimal untuk diri sendiri yang dipersembahkan, tapi justru coreng hitam di muka daerah. Karanganyar ikut terkenal, tapi tersohor kejelekannya.

Usia-usia sekolah dari tingkat SLTP akhir sampai dengan jenjang kuliah masuk dalam kategori usia pemuda. Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan mendefinisikan pemuda sebagai warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai dengan 30 (tiga puluh) tahun.  Usia muda adalah masa emas untuk menggali potensi diri, mengeksplor segala kemampuan, baik softskill maupun hardskill. Mengembangkan bakat diberbagai bidang, seperti bakat bisnis, bakat seni, atlit, bakat tulis menulis, atau mengasah bakat dan gaya kepemimpinan melalui berbagai organisasi.

Tapi biar kadang cuma guyon tetap ada ya yang menganut paham, “muda foya-foya, tua bahagia, mati masuk surga”. Pengin episode berakhir enak tanpa mau berusaha. Ah rasanya melawan sunnatullah. Tidak heran generasi dengan paham seperti ini hidupnya asal mengalir saja, anut grubyug, seperti pepatah Jawa kebo melu seton, asal ikut tidak tahu arah tujuannya. Musim tawuran, ikut saja, biar tidak dibilang banci; teman coba-coba narkoba, tak mau ketinggalan karena pengin up to date juga. Dengan gaya hidup semacam ini terus menerus kita tidak berani berharap banyak terhadap kesuksesannya dimasa depan,  tentu saja kecuali dengan campur tangan Tuhan.

Tidak ada  kesuksesan yang hadir secara instan. Ketrampilan hidup (life skill) terkuasai ketika jauh-jauh masa telah berlatih. Profesionalitas kerja tidak serta merta terbangun, manakala tidak ada pembiasaan positif yang berjalan dari waktu ke waktu. Untuk itu, sungguh karunia waktu yang diberikan Tuhan sangat pantas kita syukuri dengan sepenuhnya memanfaatkan masa muda untuk menggembleng diri, fisik, mental,dan  spiritual. Ikut atau ciptakanlah kegiatan-kegiatan positif untuk melatih inisiatif diri, membangun link, mengasah ketrampilan sosial dan sebagainya.

Karanganyar, kota kecil di lereng Gunung Lawu ini terus bertumbuh. Pembangunan fisik, penataan kota maupun gairah berkegiatan dari warganya terus bergeliat. Jika generasi jaman now ingin menempa diri di berbagai bidang, telah tersedia banyak organisasi atau komunitas yang bisa diikuti. Komunitas-komunitas ini hadir dengan panggilan jiwa ingin memberi kontribusi positif pada kemajuan Karanganyar tercinta. Sifat kerelawanan dalam melibatkan diri diberbagai kegiatan adalah bentuk nyata peran serta generasi muda dalam ikut mewarnai Bumi Intanpari.

Ada banyak keuntungan ketika bergabung dalam sebuah komunitas atau organisasi. Sejatinya, tatkala kita mewakafkan diri, tenaga, pikiran, perhatian pada sebuah aktivitas dengan tujuan mulia, kita tidak sedang mengurangi energi kita. Justru pada saat itu kita tengah membuka diri untuk menerima pengaruh positif lain dari kawan lain yang bergabung. Disinilah ilmu bertambah, wacana tercerahkan dengan olah diskusi yang diikuti, kedewasaan tertempa dari sifat toleransi, ngemong dan berpendapat alias argumentasi. Kepercayaan diri tumbuh karena kita berlatih, kita terjun berperan untuk tujuan dengan panggilan jiwa yang sama, bukan untuk saling menjatuhkan.

Nah, kurang apalagi? Selagi usiamu muda, manfaatkan umurmu untuk menempa diri, niscaya kelak ketika dewasa tidak gegar peran dimanapun berada. Tidak bisa have fun? Jangan salah, berorganisasi dalam komunitas isinya tidak melulu berpikir serius, adakalanya kawan-kawan mengambil jeda pelaksanaan program kegiatan dengan refreshing, adakan local travelling, ubek-ubek destinasi Karanganyar yang tak habis-habis, atau sekedar ngumpul-ngumpul gitaran, nonton film, dan kegiatan asyik lainnya.

Masih kurang informasi soal macam-macam komunitas yang bisa kamu ikuti? Silahkan kulik deretan komunitas berikut ini. Googling saja sesuai nama komunitasnya, hari gini tentu mbah google dengan senang hati menyediakan aneka info yang kamu cari. Oke, simak ya!

  1. Komunitas Relawan Karanganyar Cerdas

Komunitas ini basecamp nya di Gedung Perpustakaan, boleh dibilang mirip konsorsium karena yang bergabung disini rata-rata adalah pegiat dikomunitasnya masing-masing seperti penulis, fotografer, programmer,  instagram marketer, budayawan, mahasiswa, aktivis pendidikan dan lain-lain. Kegiatan ikonik tahunan  yang rutin diselenggarakan adalah mBatik on The Street.

  1. Komunitas Sekolah Inspirasi Karanganyar

Kamu yang tertarik bergiat dibidang pendidikan, bisa ikutan komunitas ini. Sering ngadain acara profesional go to school, mengenalkan berbagai profesi di kelas-kelas SD dengan menghadirkan para profesional dibidangnnya untuk memotivasi anak-anak bercita-cita tinggi.

  1. Komunitas Taman Kabudayan

Komunitas ini mengajak anggotanya untuk lebih mengenal kearifan, kebudayan dan sejarah lokal dengan mengunjungi dan mengorek cerita para tokoh-tokoh pendahulu.

  1. Komunitas YES (Youth Education and Sharing)

Komunitas ini aktif memberi bimbingan belajar gratis untuk adik-adik dari keluarga kurang mampu, menggelar kegiatan di Gedung Perpustakaan setiap Sabtu dan Minggu.

  1. Komunitas Forum Lingkar Pena (FLP) Karanganyar

Bagi yang ingin mengembangkan bakat menulis, bikin cerpen, novel dan seterusnya, silahkan gabung di FLP Karanganyar ini.

  1. Komunitas FORMAKA, Forum Mahasiswa Karanganyar

Para mahasiswa asli Karanganyar yang sedang kuliah dimana saja, baktikan diri kalian di Forum Mahasiswa Karanganyar ini. Formaka selama ini aktif mengadakan bakti sosial, bakti budaya, expo pendidikan dan lain-lain.

Masih banyak komunitas anak-anak muda kreatif dan energik di Karanganyar, hanya saja belum terinventarisir secara sistimatis, dan mungkin pula belum terkespos. Nah, para pemuda Lawu, bangun, bangkitlah, berkarya bersama komunitas. Jangan hanya terkurung di dunia kecilmu ! Camkan petuah Pramudaya Ananta Toer berikut ini, ”Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri.” Nah, tidak ingin disebut ternak, maka ‘bergeraklah’!