Karanganyar Merindu Ramadhan

Karanganyar Merindu Ramadhan
Oleh : Iis Nuryati, S.Pd.
Pandeyan, Tasikmadu

Dalam hitungan hari, insyaallah bulan Ramadhan akan menjumpai kaum muslimin di seluruh dunia, tak ketinggalan pula di kabupaten yang kita cintai ini. Ramadhan merupakan anugerah dari Allah, di dalamnya Allah menjanjikan keutamaan dan pahala yang berlipat. Karena itu, sudah seharusnya kaum muslimin, secara khusus warga Karanganyar, menyiapkan diri sebaik-baiknya agar tidak kehilangan momen istimewa ini.

Yang pertama harus hadir dalam hati kaum muslimin adalah perasaan gembira menyambut kedatangan tamu istimewa ini. Nuansa kegembiraan harus ditumbuhkan bahkan sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Keluarga bisa melibatkan anak-anak dengan menceritakan keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan, kerugian bila tak memanfaatkan dengan  amal terbaik dan menceritakan bagaimana para sahabat bersuka ria menyambut Ramadhan. Pemkab pun bisa memfasilitasi agenda masjid-masjid dalam kegiatan menyambut Ramadhan ini di antaranya dengan mengadakan Tarhib Ramadhan yang sudah rutin diselenggarakan setiap tahun, pengajian menyambut Ramadhan dan sebagainya.

Selanjutnya, agar kita lebih bersemangat dalam meraih sebanyak-banyaknya kebaikan, kita harus menentukan target amal sebelum Ramadhan tiba. Tanpa target amal kita hanya akan melakukan ibadah yang itu-itu saja, tidak ada lompatan yang signifikan. Karena itu, susunlah target ibadah selama Ramadhan. Tentukan berapa kali khatam baca Alqur’an, berapa banyak bersedekah, berapa lama i’tikaf di masjid dan sebagainya. Setiap anggota keluarga membuat target masing-masing sesuai dengan kemampuan. Misalnya, anak-anak yang belum kuat puasa sehari penuh bisa ditarget puasa setengah hari, atau sampai ashar dan seterusnya.

Bersiap Meraihnya

Inilah poin yang paling penting. Persiapan baik merupakan awal bagi hasil yang baik. Persiapan buruk pertanda akhir yang buruk. Begitu pun dalam menyambut Ramadhan ini. Persiapan merupakan faktor yang tak boleh dilewatkan. Adapun persiapan yang harus dilakukan mencakup persiapan fisik, ruhiyah, ilmu, dan harta.

Bulan Ramadhan menuntut kondisi fisik yang prima agar bisa puasa, taraweh maupun tahajud sebulan penuh.  Juga agar tetap sehat dan bugar di siang harinya. Persiapan rohani diperlukan untuk melatih mental agar bisa mengisi Ramadhan dengan amal-amal terbaik dan hati yang ikhlas. Mengkaji kembali ilmu yang berkaitan dengan hukum-hukum puasa, zakat dan sebagainya.

Yang tak boleh diabaikan juga adalah persiapan harta. Persiapan harta bukan dalam rangka membeli pakaian baru atau ongkos mudik lebaran, tapi lebih mulia dari itu yaitu untuk memperbanyak sedekah. Bersedekah dan memberi makan orang yang berbuka merupakan salah satu amalan yang banyak dianjurkan di bulan Ramadhan. Di bulan ini  juga ada kewajiban membayar zakat fitrah maupun zakat mal. Yang perlu diperhitungkan juga adalah anggaran konsumsi yang biasanya melonjak karena harus menyiapkan menu buka dan sahur yang istimewa (meski tidak harus). Karena itu, sebelum Ramadhan setiap keluarga hendaknya sudah menyisihkan anggaran untuk semua keperluan di atas. Jangan sampai THR habis hanya untuk keperluan konsumtif dan tidak memedulikan keperluan sedekah atau zakat.

Saling Mengingatkan

Target yang telah disusun akan sia-sia apabila tidak diikuti kesungguhan melakukannya. Kesungguhan ditunjukkan dengan melaksanakan yang sudah direncanakan. Namun, ada kalanya rencana tak berjalan mulus. Ada saja hambatan atau godaan yang membuat agenda berantakan. Pada kondisi demikian, setiap anggota keluarga harus saling mengingatkan, bukan saling menyalahkan atau bahkan ikut-ikutan.  Suami istri harus berlomba dan bersama dalam kebaikan, anak-anak juga harus diajak serta. Semua harus dikembalikan pada target akhir yakni menuju pribadi bertakwa.

Pribadi bertaqwa inilah yang akan menentukan perubahan suatu masyarakat. Jika setiap pribadi bertaqwa, niscaya akan tercipta keluarga bertaqwa. Jika setiap keluarga bertaqwa, niscaya akan terwujud masyarakat bertaqwa. Masyarakat bertaqwa merupakan pintu bagi datangnya keberkahan dari langit dan bumi.

Ramadhan adalah madrasah keimanan. Sebagai muslim secara pribadi maupun sebagai bagian dari warga Karanganyar, mari kita berlomba meraih keutamaannya. Mari kita merindu kehadirannya, memohon agar diberi kesempatan berjumpa dengannya dan kemudahan mewujudkan pribadi taqwa. Semoga dengan ketaqwaan kita, Karanganyar tumbuh menjadi kabupaten yang religius dan diberkahi. Aamiin. (Iis nuryati)