Tangkal Terorisme Di Bumi Intanpari, Polres Karanganyar Adakan Silaturahmi dengan Jajaran Pemerintahan dan Tokoh Masyarakat Serta Tokoh Agama.

diskominfo
Suasana Silaturahmi Antara Pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama di Ruang Podang 1 Setda Karanganyar, Selasa Siang (15/05)

Karanganyar – Silaturahmi diadakan di Ruang Podang 1 Sekretariat Daerah, sebanyak 125 orang yang terdiri dari unsur Forkompinda, Elemen Masyarakat, Organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, MUI, dan MMI, FKUB Karanganyar, DAI Kamtibnas, serta jajaran perwira Polres Karanganyar menghadiri acara tersebut, Selasa Siang (16/05).

Pjs Bupati Karanganyar Prijo  Anggoro Budi Rahardjo menyambut baik atas terselenggaranya silaturahmi antara Pemerintah dengan Tokoh Agama yang dipelopori oleh Polres Karanganyar. Hal ini membuktikan bahwa Karanganyar sampai detik ini masih aman dan kondusif dengan keberadaan pemerintah, umaroh dan Ulama yang duduk bersama pada siang hari ini.

Umaroh dan Ulama besar mempunyai andil yang cukup besar dalam menjaga kondusifitas Bumi Intanpari. Sinergitas seluruh stake holder akan mampu menangkal paham radikalisme dan terorisme berkembang di wilayah Karanganyar.

“Banyak Negara lain tertarik dengan keanekaragaman Bangsa Indonesia akan sikap gotong royong dan handarbeni (sikap saling memiliki), untuk itu dimana bumi berpijak langit kita junjung, NKRI merupakan harga mati dan mari kita Bela Tanah Air kita untuk mewujudkan Bangsa Indonesia bersatu”, harap Prijo Anggoro

Sementara itu Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto menekankan pentingnya Silaturahmi siang ini demi menyamakan persepsi tentang bahayanya paham Radikalisme dan Terorisme dari aspek pandangan agama maupun aspek gangguan keamanan ketertiban masyarakat. Hal tersebut menjadi dasar untuk menghadirkan tokoh-tokoh seperti  KH Ust Syihabuddin Al Hafiz, KH Badarudin, dan KH Zainudin supaya dapat menjelaskan betapa bahaya nya paham tersebut kalau dibiarkan berkembang di masyarakat yang nantinya akan memecah kerukunan umat beragama.

“munculnya paham radikal dan teroris berawal dari ketidak pedulian kita terhadap lingkungan sekitar dan juga pengaruh budaya global yang melunturkan kearifan lokal”, tegas Kapolres Karanganyar

Untuk itu dengan kembali menerapkan kearifan lokal yang ada di lingkungan sekitar seperti terima tamu 1×24 jam lapor Ketua RT, bagi pendatang baru wajib lapor RT dan lain-lain diharapkan akan mampu mencegah paham tersebut masuk kelingkungan sekitar.

Diakhir acara dibacakan pernyataan sikap sekaligus penandatanganan Anti Terorisme dan Anti Kekerasan oleh jajaran Forkompinda dan Tokoh Masyarakat serta Tokoh Agama. Demikian Diskominfo (ad/An)