SEMBAKO PERSIAPAN RAMADHAN MENJADI TOPIK HANGAT

Karanganyar, 14 Mei 2018

Bulan suci Ramadhan memang menjadi daya tarik tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia khususnya adalah masyarakat Kabupaten Karanganyar, polemik harga sembako menjadi topik hangat yang selalu di perbincangkan. Bukan hanya di kalangan masyarakat menengah ke bawah, akan tetapi semua elemen masyarakat dari berbagai golongan. Semua berharap adanya sembako yang murah meriah, ini dibahas dalam Dialog Interaktif di Radio Swiba dengan tema Sambung Rasa “ Ketersediaan Pokok Masyarakat Menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H ” pada Senin (14/05).

Hadir sebagai narasumber dialog interaktif adalah Assisten III Administrasi Drs.Sutarno.Msi, Kepala Dinas Kominfo Drs.Larmanto.Msi, Kepala Disperindagkop Drs.Waluyo Dwi Basuki.M.M, Kepala Dinas Kesehatan Dr.Cucuk Heru Kusumo.M.Kes, dan PLT Kabid Perekoniman Ir. Nur Rohmah, dan hadir juga sebagai tamu undangan adalah beberapa Camat, Kepala Desa, Lurah Pasar, dan beberapa komunitas pedagang pasar.

Dinas Kominfo Karanganyar memiliki peran penting untuk menyebar luaskan informasi kepada masyarakat, Menurut Kadiskominfo Karanganyar Drs.Larmanto.Msi dalam penjelasannya, bahwasanya Dinas Kominfo adalah sebagai dinas perpanjangan lidah pemerintah daerah, yang tugasnya antara lain menyampaikan informasi hasil-hasil pembangunan, menangani penanganan pemerintah tentang hal-hal tertentu maupun informasi-informasi lain yang sangat di butuhkan warga masyarakat. Melalu Radio Swiba ini, Dinas Kominfo Karanganyar menjembatani antara masyarakat dengan pemerintah untuk pembahasan hal-hal yang sangat penting, yang khususnya tentang ketersediaan pokok masyarakat menyambut bulan Ramadhan seperti pada malam hari ini.

Sedangkan mengenai persiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1439 H tentang  ketersediaan pasokan  dan stabilitas harga, mempercepat proyek infrastruktur, dan aparat keamanan mengatasi kantibmas selama Bulan Ramadhan, Assiten III Administrasi Drs. Sutarno.Msi yang hadir sebagai nara sumber mewakili Pjs Bupati Karanganyar menjelaskan bagaimana persiapan Pemerintah Kabupaten untuk menghadapi hal-hal tersebut.

Bahwasanya Pemkab Karanganyar melalui Tim yang telah memantau di lapangan berkaitan dengan harga sembako dan stoknya untuk pemenuhan kebutuhan bahan pokok masyarakat selama bulan puasa sampai lebaran Hari Raya Idul Fitri seperti beras, gula, daging, dan telur dan lainnya dalam kondisi aman terkendali dan mencukupi. Beliau menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir yang kaitanya dengan stok sembako tersebut, sedangkan untuk kesedian BBM dan gaz elpiji masih aman juga bahkan normal sampai hari Raya Idul Fitrti.

Dalam rangka kegiatan Ramadhan, seperti biasanya Pemerintah Kabupaten Karanganyar melaksanakan kegiatan tarawih keliling yang akan di hadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, dan juga oleh beberapa Tim yang terdiri dari berbagai unsur Perangkat Daerah dan lembaga yang nanti akan datang di setiap Kecamatan. Dan Forkopimda akan menjadi Tim inti untuk kegiatan tarawih keliling ini.

Beliau Assisten III Administrasi juga menjelaskan bahwa nantinya akan di adakan pasar murah yang akan di adakan dari tingkat Kecamatan dan di Kabupaten dari tanggal 22 Mei hingga 08 Juni 2018 tahun ini, adapun komunitas yang akan diperdagangkan meliputi beras, gula, minyak goreng, mie instan dan sirup dengan harga yang relatif murah.

Menegenai pasar murah yang akan di gelar mulai tanggal 22 Mei 2018 di Karanganyar, ini dijelaskan oleh nara sumber Ir. Nur Rohmah selaku PLT Kabid Perekonomian, menurut beliau pasar murah akan di gelar di 17 Kecamatan, dan masing-masing Kecamatan akan menunjuk satu Desa sebagai tempatnya. Untuk Jumantono akan diselenggaran di Desa Genengan, Kebakkramat di Desa Nangsri, Colomadu di Desa Tohudan, Jumapolo di Desa Paseban, Jatipuro di Desa Jatisuko, Gondangrejo di Desa Jeruk Sawit, Jatiyoso di Desa Beruk, Kerjo di Desa Ganten, Tasikmadu di Desa Wonolopo, Jenawi di Desa Balong, Matesih di Desa Plosorejo, Mojogedang di Desa Buntar, Ngargoyoo di Desa Nglegok, Karangpandan di Desa Gerdu, Tawangmangu di Desa Nglebak, Jaten di Desa Suruh Kalang dan untuk Karanganyar di adakan di Gedung Wanita sekaligus untuk pasar murah Kabupaten.

Sedangkan untuk teknisnya nanti bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar itu memberikan potongan harga, nantinya masyarakat bisa membeli sembako yang di sediakan dengan harga yang khusus dan sudah disubsidi.

Secara umum perkembangan harga bahan pokok masih sangat setabil, seperti dijelaskan oleh Kadisperindagkop Drs.Waluyo Dwi Basuki.M.M.  Perubahan harga memang bisa terjadi sewaktu-waktu, namun daya beli dan minat masyarakat Karanganyar masih stabil untuk mengikuti perkembangan harga. Sedangkan harga bahan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Karanganyar itu sendiri dipengaruhi oleh tiga hal yaitu, biaya distribusi, permintaan konsumen dan ketersediaan bahan pokok.

Pemantauan setiap hari untuk harga sembako atau bahan pokok, Disperindagkop Karanganyar mempunya staf di tiap-tiap pasar yang setiap harinya melaporkan kepada Dinas mengenai perkembangan harga di pasar masing-masing, tutur Kadisperindagkop di akhir penjelasannya.

Dengan adanya acara sambung rasa yang menjembatani antara Pemerintah Kabupaten Karanganyar dengan masyarakat seperti ini, Pemerintah berharap di Kabupaten Karanganyar bisa menyamaratakan harga dan stok sembako bahan pokok di pasar-pasar agar masyarakat tidak keberatan dan para pedagang pun tetap masih bisa mendapatkan keuntungan.

Demikian Diskominfo ( Kris/Ardi )