Gandeng Media Dan Selalu Jaga Kebersihan

Pelatihan SDM Kepariwisataan di Kabupaten Karanganyar dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementrian pariwisata, Rizki Hadayani, Anggota DPR RI, Rinto dan Kepala DInas Pariwisata, Titis Sri Jawoto

 

KARANGANYAR – 10 Mei 2018

Keberhasilan pembangunan pariwisata di suatu daerah tidak terlepas dari peran media. Hal itu bisa dilihat Banyuwangi bisa mendunia karena peran media dan komitmen bupati setempat dalam bidang pariwisata. Selain itu, kebersihan juga menjadi modal utama agar para wisatawan betah dan suka untuk mengunguji tempat wisata.

“Banyuwangi itu bisa moncer, karena bupati sering mengajak media ke tempat-tempat pariwisata. Klau Karanganyar mau ‘kondang’ bisa menggandeng media,” papar Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementrian pariwisata, Ir  Rizki  Handayani saat pelatihan SDM Kepariwisata DI Kabupaten Karanganyar dilaksanakan di bumi perkemahaan Sekipan (09/05)

Rizki menambahkan kebersihan juga menjadi kunci utama maraknya kunjungan wisata ke daerah. Sebab Indonesia penghasil sampah nomor dua seluruh dunia. Contoh kecil adalah sedotan ada 60 juta sedotan di dalam laut. Dalam sapta pesona adalah kebersihan. Selain itu, Rizki mengatakan di beberapa kecamatan getol mengembangkan pariwisata. Pasalnya pariwisata ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Tetap jaga keramahtamahan masyarakat dan keamaanan. Sekali ada ketidakamanan yang diunggah di media sosial maka habislah pariwisata. Sebab untuk membangkitkan kembali sangat susah dan perlu waktu,”imbuhnya.

Dalam pelatihan ini, Rizki mengatakan akan terus mengevaluasi bentuk-bentuk pelatihan seperti ini. Kegiatan ini yang terpenting mengajak pelaku-pelaku pariwisata untuk mempunyai kegiatan sadar wisata. Yang jelas, kementrian pariwisata tetap berkomitmen untuk mendukung langkah pemerintah  dalam pengembangan pariwisata.

Sementara kepala Dinas Pariwisata, Titis Sri Jawoto mengapreasiasi kegiatan tersebut. Bumi perkemahaan sekipan ini baru diserahkan  pengelolaanya tahun 2017. Pengelolaan itu berdurasi dua tahun. Perhutani menarget pemasukan Rp 370 juta setahun. Namun realisasinya Pemkab Karanganyar bisa menyetorkan Rp 500 juta. Sedangkan di tahun 2018 ini ditarget Rp 900 juta. “Meski berat tapi kami tetap optimis. Sebab triwulan tahun 2018 ini sudah 40 persen dan kami yakin bisa setor ke perhutani,” imbuhnya.

Ke depan, tambah pihak Pemkab Karanganyar akan menggandeng investor untuk mengembangkan sekipan. Sehingga target tahun 2020 optimis 5 juta pengunjung. Sebab Karanganyar masih lebih bagus dan lengkap daripada Malang. (hr/Ard)