Tekan Rokok ilegal, Pemkab Gelar Sosialisasi

Satpol PP , Diskominfo
Assisten III Administrasi Drs. Sutarno. Msi dalam hal ini mewakili Pjs Bupati Karanganyar memberikan pidato sambutan dalam acara Sosialisasi cukai rokok DBHCHT di gedung KPRI Manggung, Selasa (08/’05)

Karanganyar, Selasa 8 Mei 2018

Sosialisasi cukai rokok dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCHT), Pemkab Karanganyar melalui Satpol PP Karanganyar terus menggelar sosialisasi upaya pencegahan peredaran rokok ilegal di wilayah Karanganyar di Gedung KPRI Manggung, Karanganyar, Selasa (8/5).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pelaku usaha, dan masyarakat.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Mulato dalam laporannya mengatakan pelanggaran-pelanggaran legalitas rokok. Satpol PP dalam mengadakan inspeksi mendadak (sidak) maupun razia masih sering menjumpai rokok bodong alias rokok menggunakan cukai tapi palsu maupun tanpa cukai. Meskipun produk yang dihasilkan dari industri rumahan ilegal ataupun pabrik-pabrik rokok yang bekerjasama tetap bisa diperjualbelikan ke umum hanya untuk keuntungan pribadi dan angka peredaran rokok ilegal meningkat signifikan.

Pihaknya berharap dengan digelarnya sosialisasi DBHCHT ini dapat memberi pemahaman kepada peserta sosialisasi tentang peraturan-peraturan cukai rokok.

“Sosialisasi ini untuk benar-benar dipahami peserta sebagai perpanjangan tangan pemerintah tentang percukaian dan digethok tularkan ke masyarakat,”pesannya.

Sementara itu Pjs. Bupati Karanganyar yang diwakili Asisten III Administrasi Setda Karanganyar, Sutarno mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang rutin diselenggarakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar.

Sutarno dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menyampaikan rokok merupakan suatu produk atau barang yang kerap digunakan oleh masyarakat, tentunya perlu adanya pemgawasan maupun pengendalian terhadap keberadaan peredarannya. Guna pengawasan maupun pengendaliannya, pemerintah sudah menerapkan beberapa hal diantaranya penerapan cukai dan pajak rokok.

Dikatakannya cukai sebagai salah satu pungutan negara, dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam undang-undang.

“Saat ini, cukai tembakau dan pajak rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara. Bila cukai dilaksanakan dengan tertib, nantinya akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat,”katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk Kabupaten Karanganyar hasil cukai 2018 mencapai Rp 13 miliar yang digunakan untuk peningkatan kualitas pembangunan. Tanaman tembakau sendiri merupakan komoditas sehingga butuh pengawasan, pengendalian dan pajak. Karena saat ini tembakau cukai merupakan pemasukan terbesar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Demikian Diskominfo (Ardi/ind)