Pensiun Harus Dinikmati Jangan Timbulkan Power Syndrome

Assisten Pembangunan Sutarno mewakili Pjs Bupati Karanganyar memberikan arahan terkait ASN yang memasuki masa pensiun

 

KARANGANYAR – 08 Mei 2018

Sebanyak 234 ASN di Karanganyar periode Juni-Nopember 2018 memasuki masa pensiun. Ratusan pegawai yang memasuki purna tugas tersebut diminta untuk dinikmati karena sebagai proses alamiah. Jangan sampai proses alamiah tersebut membuat power syndrome. Sebab ada pegawai yang sudah pensiun tapi suatu ketika memakai seragam hendak berangkat kerja.

“Saya berharap bapak ibu yang memasuki pensiun jangan sampai timbul power syndrome. Ini proses alamiah yang bakal dialami semua ASN,” papar Asissten III Setda Karanganyar, Drs Sutarno M.Si saat mewkili Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahardjo saat memberikan arahaan kepada para ASN yang memasuki pensiun di rumah dinas (08/05)

Sutarno menambahkan memasuki pensiun justru bebas dan bisa lebih dekat dengan keluarga. Sebab pengabdian kepada bangsa dan negera bukan hanya di ASN akan tetapi bisa dimana saja. Ke depan, pemerintahaan akan mengunakan komputer dalam segala hal. Pendek kata, pemerintah berbasih elektronik. “Semua bidang menggunakan komputer dan tenagannya dikurangi,” imbuhnya.

Atas nama Pemkab Karanganyar, Sutarno mengucapkan terima kasih kepada ASN yang telah mengabdikan diri demi kemajuan bumi intanpari. Semoga karya yang terbaik yang diberikan selama ini menjadi amal ibadah. Sebab berkat para semua ASN, Pemkab Karanganyar mendapatkan penghargaan kabupaten yang mempunyai kinerja terbaik nomor 3 se Indonesia. “Bahkan, empat kali mendapatkan wajar tanpa pengecualian dalam soal pengelolaan keuangan. Sungguh predikat yang sangat baik bagi pengelolaan keuangan,:” iimbuhnya.

Sementara Kepala BKPSDM Karanganyar, Siswanto mengatakan pemerintah kabupaten dengan menggandeng Bank Jateng memberikan pembekalan kepada ASN yang memasuki masa pensiun. Saat ini, pegawai yang memasuki masa pensiun berjumlah 234 orang periode Juni-Nopember. Proses penerbitan SK memang butuh waktu untuk Golongan IVC dan IVD karena yang menerbitkan SK dari pemerintah pusat. Sedangkan IVA dan IVB dari Gubernur. Sedangkan golongan III ke bawah dilakukan BKPSDM setempat. “Klau SK Pensiun dari pemerintah pusat tentu butuh waktu,” tambahnya. (hr/Imas)