Karanganyar Siap, Polres dan TNI Mendukung

Sekda Samsi memberikan gagasan tentang jaga baya di Karanganyar dihadapan peserta lokakarya revitalisasi jaga baya sebagai fungsi deteksi dini konflik sosial

KARANGANYAR – 07 Mei 2018

Karanganyar terus menggelorakan keinginan untuk menghidupkan kembali jaga baya. Apalagi Polres dan Kodim 0727 Karanganyar mendukung langkah yang diambil Pemerintah daerah. Setidaknya ada dua konsep untuk menghidupkan kembali jaga baya. Pertama melalui perekrutan dengan spesifikasi terukur. Kemudian dibina dan didiklat sebaik mungkin sehingga siap menjadi jaga baya atau polisi desa.

“Jika perlu diberikan seragam, bisa seperti linmas, atau semi satpol dan diberikan alat komunikasi. Jaga baya akan terhubung dengan server pusat sehingga jika ada sewaktu-waktu ada ancaman segera bisa dideteksi,” papar Sekda Karanganyar, Samsi saat memberikan paparan tentang lokakarya revitalisasi jagabaya sebagai fungsi deteksi dini konflik sosial di pendopo rumah dinas bupati Karanganyar, kemarin (07/05)

Kemudian langkah kedua, menurut Samsi jaga baya diberikan kepada kasi pemerintahaan desa atau lurah setempat. Sebab kasi pemerintahaan desa juga ada tugas trantib. Selanjutnya diberikan pakaian khusus seperti halnya mantri polisi. Klau trantib yang mendapat tugas tambahan sebagai jaga baya tidak perlu UMK honornya. Jika ada 177 desa dan lurah, APBD Karanganyar masih mampu. “Fungsi jaga baya adalah keamaan desa dan memberikan informasi secara cepat dan tepat mengenai permasalahan yang memicu konflik. Sehingga bisa segera diantisipasi,” imbuhnya.

Sementara Wakapolres Karanganyar Kompol Dyah Wuryaning Hapsari menyambut baik langkah Pemkab Karanganyar untuk menghidupkan lagi jaga baya. Dia berharap langkah itu juga untuk mendukung babinkantibmas yang sudah ada. Menurunya Babinkantimbas ada 177 dengan rincian definitif 99 definitif dan 77 non defenitif. Maksud definitif adalah mendapatkan dukungan dana operasional. “Kami menyambut baik, di dalam pekerjannya nanti tentu akan saling mendukung. Tujuaan jelas mendeteksi dini semua informasi dan semua permasalahan yang ada di desa,” imbuhnya.

Sementara Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Muhammad Ibrahim Mukhtar Maksum menyambut langkah baik adanya jaga baya di desa. Meskipun sudah ada babinsa namun kegiatan itu perlu ada singkronisasi antara pemkab, polisi dan tentara. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindik. “Saya setuju dihidupkan kembali karena jelas muaranya untuk kesejahteraan di masyarakat,” tambah Mukhtar. (hr/yg/dn)